Pemkab Manggarai dan Bank NTT Teken Pinjaman Daerah Rp46 Miliar
- 30 Sep 2026 11:51 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Pemerintah Kabupaten Manggarai dan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menandatangani perjanjian kredit pinjaman daerah senilai Rp46 miliar. Penandatanganan berlangsung di Spring Hill Ruteng, Selasa, 22 September 2026 lalu.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Manggarai, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, jajaran direksi Bank NTT, pimpinan perangkat daerah, serta sejumlah undangan lainnya.
Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Manggarai dalam mendukung pembiayaan sejumlah program pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit menjelaskan, pinjaman daerah menjadi salah satu opsi pembiayaan yang dapat ditempuh pemerintah daerah dengan tetap mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan daerah.
Menurutnya, Pemkab Manggarai sebelumnya mengusulkan pembiayaan sebesar Rp100 miliar, namun setelah melalui proses pembahasan bersama DPRD, nilai yang disepakati sebesar Rp46 miliar.
"Di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang sulit, peluang pinjaman daerah menjadi salah satu solusi yang masih terbuka," ujar Bupati Hery Nabit.
Ia menambahkan, kerja sama dengan Bank NTT tersebut bukan yang pertama. Sebelumnya, Pemkab Manggarai juga telah bekerja sama dengan Bank NTT untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur jalan.
"Ini kerja sama yang kedua dengan Bank NTT. Kerja sama sebelumnya digunakan untuk pembangunan jalan dan manfaatnya masih dirasakan sampai sekarang," katanya.
Untuk kerja sama kali ini, pembiayaan akan diarahkan terutama pada sektor pertanian, termasuk dukungan pembukaan lahan baru, serta melanjutkan pembangunan sejumlah ruas jalan yang dinilai penting bagi masyarakat.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Manggarai atas dukungan dan proses pembahasan sehingga kerja sama tersebut dapat terlaksana.
Pada kesempatan itu, Bupati menyinggung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Ia menilai aktivitas ekonomi di sejumlah wilayah menunjukkan daya tahan yang kuat, seperti di Reo yang kembali menjalankan aktivitas perdagangan dalam waktu relatif singkat setelah terdampak bencana.
Ia berharap layanan perbankan di wilayah terdampak tetap mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk memastikan akses layanan keuangan dan peredaran uang tunai tetap berjalan.
"Kalau aktivitas masyarakat sudah mulai bergerak kembali, maka layanan perbankan juga harus ikut bergerak. Kehadiran bank penting untuk memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus menyampaikan komitmen Bank NTT untuk terus mendukung kebutuhan pembangunan daerah dan pemulihan masyarakat di NTT.
Ia mengatakan, meski sejumlah fasilitas Bank NTT juga terdampak bencana, pelayanan dan dukungan terhadap pemerintah daerah serta masyarakat tetap menjadi perhatian.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Manggarai kepada Bank NTT," kata Charlie.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari dukungan Bank NTT terhadap program pemerintah daerah, yang memerlukan ruang pengaturan agar jangka waktu pembiayaan dapat menyesuaikan dengan karakteristik proyek.
Sebagai bentuk kepedulian, Bank NTT juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa terdampak bencana di Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng.
Penandatanganan perjanjian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Manggarai dalam menata pembiayaan pembangunan dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah, kebutuhan pembangunan, serta keberlanjutan program untuk masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....