Pascagempa, Bupati Manggarai Dorong Layanan Perbankan Kembali Beroperasi
- 30 Sep 2026 11:54 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Pemerintah Kabupaten Manggarai mendorong percepatan pemulihan berbagai layanan masyarakat yang terdampak gempa bumi, termasuk layanan perbankan. Pemulihan tersebut dinilai penting untuk membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas ekonomi pascabencana.
Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menyampaikan hal itu usai penandatanganan Perjanjian Kredit Pinjaman Daerah senilai Rp46 miliar bersama Bank NTT di Spring Hill Hotel & Resto Ruteng, Selasa, 22 September lalu.
Menurut Bupati, proses pemulihan pascabencana tidak dapat dilakukan sekaligus karena masih terdapat berbagai kebutuhan pembangunan yang harus ditangani secara bertahap. Namun, wilayah yang terdampak gempa perlu mendapat perhatian agar pemulihannya dapat dipercepat.
“Daerah-daerah yang terdampak bencana harus mendapatkan perhatian dan proses pemulihannya harus dipercepat,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah daerah perlu bergerak cepat karena masyarakat di wilayah terdampak juga mulai membangun kembali kehidupan mereka.
“Masyarakat bergerak. Dan karena masyarakat bergerak, pemerintah juga harus bergerak lebih cepat,” katanya.
Bupati optimistis proses pemulihan dapat berjalan karena masyarakat Manggarai memiliki semangat untuk bangkit setelah bencana. Ia juga meminta masyarakat terus menyampaikan kondisi dan kebutuhan yang mereka hadapi agar pemerintah dapat menentukan langkah penanganan secara tepat.
“Kalau ada masalah, mereka akan menyampaikan masalahnya. Dan itu penting bagi pemerintah. Karena dari situ kita bisa mengetahui apa yang harus dikerjakan dan apa yang harus diperbaiki,” katanya.
Salah satu layanan yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah layanan perbankan. Kerusakan fasilitas akibat gempa turut memengaruhi akses masyarakat terhadap layanan keuangan, sementara kebutuhan transaksi dan uang tunai tetap berjalan.
Bupati menilai pemulihan layanan perbankan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.
“Jangan sampai masyarakat mengalami kesulitan hanya karena layanan perbankan belum dapat berjalan,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar pelayanan perbankan dapat kembali beroperasi secepat mungkin. Pemkab Manggarai juga meminta jajaran terkait mencari tempat yang dapat digunakan sebagai lokasi pelayanan sementara.
“Bagi saya, layanan tersebut harus dibuka kembali secepat mungkin,” katanya.
Menurut Bupati, pemulihan layanan perbankan tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan mesin ATM. Masyarakat juga membutuhkan layanan perbankan lainnya untuk memenuhi kebutuhan transaksi dan pelayanan keuangan.
“Jangan sampai masyarakat hanya melihat keberadaan ATM, tetapi ketika ada kebutuhan pelayanan lainnya, mereka tetap harus mencari ke tempat lain. Karena itu, kita perlu memastikan pelayanan dapat berjalan kembali secara utuh,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Utama Bank BPD NTT Charlie Paulus, juga menyoroti peluang pembiayaan terhadap proyek pembangunan daerah yang memiliki sumber pendapatan dan kemampuan mengembalikan pembiayaan.
Ia mengatakan, sejumlah proyek seperti pasar dan rumah sakit memiliki potensi menghasilkan pendapatan sehingga dapat dikaji dengan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan karakter proyek.
“Dalam dunia perbankan, pembiayaan idealnya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter proyek,” katanya.
Menurut Charlie, proyek dengan kebutuhan investasi besar dan masa pengembalian panjang membutuhkan tenor pembiayaan yang mempertimbangkan kemampuan proyek dalam menghasilkan pendapatan.
Karena itu, proyek yang secara komersial mampu membiayai dirinya sendiri dapat dipertimbangkan memperoleh pembiayaan dengan jangka waktu lebih panjang.
“Kalau masa cicilannya hanya mengikuti sisa masa jabatan, tentu ruang pembiayaannya menjadi sangat terbatas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendekatan tersebut berbeda dengan proyek yang tidak memiliki sumber pendapatan langsung, seperti pembangunan jalan. Sementara proyek seperti pasar, rumah sakit, dan fasilitas lain yang berpotensi menghasilkan pendapatan dapat dikaji berdasarkan kemampuan proyek dalam mengembalikan pembiayaan.
Pemulihan pascabencana tidak hanya diarahkan pada perbaikan kerusakan fisik, tetapi juga pemulihan layanan publik dan penguatan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Manggarai terus mendorong percepatan pemulihan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan, agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara bertahap dan pembangunan kembali dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....