BMKG Prediksi Hujan Ringan dan Angin Kencang NTT

  • 21 Sep 2026 09:35 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Cuaca di Nusa Tenggara Timur pada Senin, 21 September 2026 diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga berawan sepanjang hari.
  • Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Ruteng pada siang hingga sore hari dengan intensitas yang rendah.
  • Kabut berpeluang muncul di sejumlah dataran tinggi saat dini hari, memerlukan perhatian untuk aktivitas pagi hari di ketinggian.

RRI.CO.ID, Ende - Prakirawan BMKG Stasiun El Tari Kupang, Nanik Tresnawati, memprakirakan cuaca di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 21 September 2026 didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Ruteng pada siang hingga sore hari, sementara kabut berpeluang muncul di sejumlah dataran tinggi saat dini hari.

Pada pagi hari, cuaca NTT secara umum diprakirakan cerah hingga berawan, kemudian berubah menjadi cerah hingga berawan tebal pada siang dan sore hari. Memasuki malam, cuaca diperkirakan cerah hingga berawan tebal, sedangkan dini hari berpotensi cerah berawan hingga berawan.

Nanik mengatakan, potensi kabut perlu diwaspadai di wilayah Soe, Bajawa, dan Ruteng pada dini hari. Kondisi tersebut berkaitan dengan wilayah dataran tinggi yang memiliki suhu lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya.

Sementara itu, suhu udara di NTT diprakirakan berkisar 20 hingga 34 derajat Celsius. "Khusus wilayah Manggarai, Ngada, dan daerah dataran tinggi, suhu diprakirakan lebih rendah, yakni sekitar 15 hingga 26 derajat Celsius," katanya.

Angin diprakirakan bertiup dari arah timur laut hingga selatan dengan kecepatan rata-rata 10 hingga 50 kilometer per jam. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang yang dapat terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote, dan Sabu.

Informasi prakiraan cuaca tersebut berlaku untuk wilayah NTT sepanjang Senin, 21 September 2026, dan masyarakat dapat memperoleh informasi cuaca hingga tingkat kelurahan dan desa melalui kanal informasi resmi BMKG. Kondisi cuaca perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama yang beraktivitas di wilayah dataran tinggi dan daerah yang berpotensi mengalami angin kencang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....