Pemkot Bukittinggi Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Nagekeo

  • 18 Sep 2026 13:06 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo - Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menyalurkan bantuan donasi kemanusiaan untuk masyarakat Kabupaten Nagekeo yang terdampak gempa bumi. Bantuan tersebut diterima Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Nagekeo, Drs. Immanuel Ndun, M.Si., mewakili Bupati Nagekeo melalui pertemuan virtual di Posko Tanggap Darurat, Rabu, 16 September 2026.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Pemerintah Kota Bukittinggi Rismal Hadi, S.STP., M.Si., didampingi Asisten Administrasi Umum Drs. Syafnir, M.M., dan jajaran Pemkot Bukittinggi. Bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas pemerintah dan masyarakat Bukittinggi terhadap warga Nagekeo yang masih menjalani masa pemulihan pascagempa.

Immanuel Ndun menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemkot Bukittinggi, KORPRI, serta masyarakat Bukittinggi yang turut memberikan dukungan bagi Nagekeo. “Kami mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian, kepedulian, dan rasa cinta dari seluruh komponen Pemkot Bukittinggi dan KORPRI bagi kami di Nagekeo,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Immanuel juga menjelaskan kondisi Nagekeo pascagempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Menurutnya, posisi sejumlah wilayah yang berdekatan dengan pantai sempat memicu kepanikan masyarakat karena kekhawatiran terhadap potensi tsunami.

Pada masa awal penanganan bencana, Pemkab Nagekeo memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang kehilangan tempat tinggal. Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan dapur darurat, distribusi air bersih, serta penyaluran terpal dan tenda bagi masyarakat terdampak.

Immanuel mengatakan gempa susulan masih terjadi sehingga sebagian masyarakat masih mengalami trauma. Pemerintah Kabupaten Nagekeo juga terus berkoordinasi dengan BNPB untuk merealisasikan pembangunan Hunian Sementara atau Huntara bagi warga yang terdampak.

Terkait bantuan yang diterima, Immanuel menegaskan Pemkab Nagekeo akan mengelolanya melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan. “Semua dana yang masuk akan kami salurkan melalui mekanisme Belanja Tidak Terduga atau BTT agar seluruh pengeluarannya dapat terkontrol dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Pemkot Bukittinggi menyampaikan bantuan tahap awal sebesar Rp70 juta, yang terdiri dari Rp68 juta hasil penggalangan KORPRI dan Rp2 juta dari Pemkot Bukittinggi. Pemkot Bukittinggi juga mengalokasikan Rp100 juta melalui Belanja Tidak Terduga pada Perubahan APBD untuk mendukung proses pemulihan masyarakat Nagekeo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....