Pesisir Utara Ende Kini Dilengkapi Sensor Pendeteksi Tsunami Bawah Laut
- 16 Sep 2026 19:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Wilayah pesisir utara Kabupaten Ende kini dilengkapi sistem pemantauan potensi tsunami berbasis sensor kabel bawah laut. Teknologi tersebut digunakan untuk mendeteksi perubahan di bawah laut sebagai bagian dari sistem peringatan dini pascagempa Flores.
Kepala BPBD Kabupaten Ende, Marcelus Eklesianus Meta, mengatakan sistem tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Keberadaan teknologi ini menjadi salah satu instrumen pemantauan risiko bencana di wilayah pesisir utara Ende.
“Wilayah utara kita sudah di-cover oleh sistem Ina-CBT (Indonesia Cable Based Tsunameter), yaitu sensor kabel bawah laut untuk mendeteksi longsoran bawah laut, terutama di sekitar Gunung Lokatenda dan pulau-pulau sekitarnya,” ujar Marcelus dalam Program Florata Pagi Pro 1 RRI Ende Rabu, 16 September 2026.
Menurut Marcelus, keberadaan sensor bawah laut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan deteksi terhadap potensi gangguan yang dapat memicu tsunami. Informasi dari sistem tersebut melengkapi pemantauan kegempaan dan tsunami yang dilakukan lembaga terkait.
Selain Ina-CBT, kondisi kegempaan dan potensi tsunami juga dipantau secara real-time oleh BMKG. Pemantauan tersebut menjadi rujukan penting dalam penyampaian informasi resmi kepada masyarakat ketika terjadi perubahan kondisi yang berpotensi menimbulkan ancaman.
BPBD meminta masyarakat, khususnya warga pesisir pantai utara Ende, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan gempa maupun potensi tsunami perlu diperoleh melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga yang berwenang.
Marcelus mengatakan perkembangan gempa susulan di daratan Flores berdasarkan pemantauan BMKG menunjukkan tren yang terus melandai. Kondisi tersebut disebut bergerak menuju tingkat kestabilan baru, meski pemantauan tetap dilakukan.
Keberadaan sistem deteksi tidak menggantikan kewaspadaan masyarakat di kawasan pesisir. Warga tetap perlu memahami jalur evakuasi dan mengikuti arahan resmi apabila pemerintah mengeluarkan peringatan dini.
Penguatan sistem pemantauan dan penyampaian informasi resmi diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi risiko bencana secara lebih terukur. Di sisi lain, masyarakat perlu memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari sumber resmi agar tidak menimbulkan kepanikan akibat kabar yang tidak benar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....