Aktivitas Menurun, Status Gunung Lewotobi Laki-laki Turun ke Level Waspada

  • 16 Sep 2026 14:58 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flotim — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada), mulai Rabu 16 September 2026 pukul 08.00 WITA.

Penurunan status dilakukan setelah hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan kecenderungan penurunan aktivitas vulkanik secara signifikan hingga pertengahan September 2026. Meski demikian, Badan Geologi menyatakan aktivitas di dalam tubuh gunungapi masih berlangsung dan potensi erupsi dengan skala lebih kecil tetap ada.

Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki yang sempat meningkat sejak Mei 2026 kini menunjukkan pola penurunan. Erupsi terakhir tercatat pada 31 Agustus 2026 pukul 12.53 WITA dengan tinggi kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak.

Memasuki September 2026, aktivitas permukaan gunungapi lebih banyak ditandai dengan keluarnya asap kawah berwarna putih setinggi sekitar 50 hingga 200 meter dari puncak. Kondisi tersebut diikuti dengan penurunan sejumlah parameter kegempaan.

Badan Geologi mencatat Gempa Erupsi tidak lagi terekam sejak 1 September 2026. Sementara itu, Gempa Hembusan dan Gempa Low Frequency (LF) cenderung menurun, sedangkan Tremor Non-Harmonik tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

Hasil pemantauan udara menggunakan drone pada 10 September 2026 juga memperlihatkan kondisi kawah puncak secara jelas. Dari foto udara tersebut, tidak teramati adanya sumbatan lava sehingga kawah relatif terbuka dan belum menunjukkan indikasi akumulasi tekanan yang signifikan pada bagian atas konduit.

Dengan status Level II, masyarakat dan wisatawan tetap diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat aktivitas kawah Gunung Lewotobi Laki-laki. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, khususnya saat terjadi hujan lebat.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar antara lain Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik juga dianjurkan menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.

Badan Geologi turut mengingatkan pengelola penerbangan untuk tetap mewaspadai potensi sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu operasional penerbangan. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta informasi resmi dari Magma Indonesia dan Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....