Guru SMAK di Flores Timur Didorong Terapkan Deep Learning di Kelas

  • 15 Sep 2026 13:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, FLORES TIMUR — Sebanyak 45 guru mata pelajaran umum Sekolah Menengah Agama Katolik atau SMAK di Flores Timur mengikuti workshop pembelajaran deep learning di SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka, Rabu hingga Kamis 9 September 2026. Kegiatan yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.

Peserta workshop berasal dari tiga SMAK, yakni SMAK Negeri St. Mikhael Flores Timur, SMAK St. Fransiskus Asisi, dan SMAK Sta. Maria Immaculata Baniona. Kegiatan menghadirkan narasumber Agus Salim Bebe Kewa dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra.

Yosef mengatakan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan menjadi salah satu kunci menghadapi perubahan zaman dan kebutuhan peserta didik. Menurutnya, pelatihan harus menghasilkan keterampilan yang dapat langsung diterapkan guru ketika kembali mengajar di kelas.

“Waktu berubah dan kita pun berubah. Yang kita harapkan, setelah kegiatan ini ada keterampilan yang dibawa kembali ke kelas dan berdampak pada peserta didik,” katanya.

Ia menekankan proses pembelajaran tidak boleh hanya berorientasi pada penguasaan materi akademik. Guru juga perlu merancang pembelajaran yang mampu membentuk kualitas pribadi peserta didik secara menyeluruh.

Pendekatan deep learning dinilai dapat menciptakan proses belajar yang lebih menyenangkan, ramah, dan bebas dari kekerasan. Penerapan pendekatan tersebut juga diharapkan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar peserta didik.

Selain aspek akademik, pembelajaran yang lebih bermakna diharapkan turut memperkuat karakter dan nilai keagamaan siswa. Nilai nasionalisme juga diharapkan tumbuh secara utuh melalui proses pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan peserta didik.

Yosef mengatakan pendekatan deep learning sejalan dengan arah Program Prioritas Kementerian Agama dalam Asta Protas untuk mewujudkan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi. Karena itu, guru memiliki tanggung jawab profesional untuk menerjemahkan kebijakan tersebut ke dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Melalui workshop bertema “Belajar Lebih Mendalam, Mengajar Lebih Bermakna, dan Tumbuh Bersama untuk Pendidikan Lebih Berkualitas”, Kemenag Flores Timur mendorong penguatan kapasitas guru. Kompetensi yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan di sekolah dan memberikan dampak langsung terhadap perkembangan peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....