Masa Darurat Berakhir, Relawan Kemenkes Tetap Layani Korban Gempa Manggarai Barat
- 15 Sep 2026 13:31 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Masa tanggap darurat bencana gempa di Kabupaten Manggarai Barat resmi berakhir pada Jumat, 11 September 2026. Namun, berakhirnya status darurat tidak berarti pelayanan bagi warga terdampak ikut berhenti.
Tim relawan Kementerian Kesehatan RI masih bertahan dan bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya untuk memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat tetap terlayani. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, drh. Theresia P. Asmon, mengatakan tim relawan Kemenkes dijadwalkan memberikan pelayanan hingga 19 September 2026.
Sebanyak 19 tenaga kesehatan diterjunkan dan dibagi dalam dua tim, terdiri dari dokter spesialis anak, penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, dokter umum, psikolog hingga apoteker. “Nyaris tidak ada off day. Mereka bekerja setiap hari, tanpa jeda,” ujar Theresia, Sabtu, 12 September 2026.
Pelayanan dilakukan secara keliling dengan dukungan Dinas Kesehatan dan tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat. Dalam setiap titik pelayanan, rata-rata 200 hingga 300 warga mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.
Hingga Sabtu, 12 September 2026, tim telah menjangkau Desa Ranggu dan Golo Wedong, serta Desa Rehak dan Orong. Selanjutnya, pelayanan menyasar Desa Benteng Dewa dan Lalong di Kecamatan Lembor Selatan, kemudian Golo Pongkor dan Golomori di Kecamatan Komodo.
Tak hanya menangani keluhan fisik, relawan juga memberi perhatian serius terhadap kondisi psikologis warga, terutama anak-anak yang masih mengalami dampak pascagempa. Para psikolog dan dokter bahkan mendatangi sejumlah sekolah di sekitar lokasi pelayanan untuk memberikan pendampingan kepada siswa.
Langkah ini dilakukan agar pemulihan korban gempa tidak hanya menyentuh aspek kesehatan jasmani, tetapi juga membantu masyarakat bangkit dari trauma bencana. Theresia mengatakan pelayanan keliling akan terus berlangsung sesuai jadwal hingga 19 September 2026.
Mengenai kemungkinan perpanjangan masa tugas, pihaknya masih menunggu keputusan resmi Kemenkes. “Jika masa tugas mereka diperpanjang oleh Kemenkes, maka mereka tentu akan terus melakukan pelayanan,” katanya.
Kehadiran para relawan menjadi pesan bahwa meski masa tanggap darurat telah berakhir, masyarakat terdampak gempa Manggarai Barat tetap mendapat perhatian dan tidak berjalan sendirian dalam menghadapi masa pemulihan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....