Bupati Mabar Siapkan Bantuan Khusus untuk Kades dan Lurah Terdampak Gempa
- 15 Sep 2026 13:32 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyiapkan bantuan khusus bagi para kepala desa dan lurah yang wilayahnya terdampak gempa bumi sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka selama masa tanggap darurat. Bantuan dengan nilai maksimal Rp12 juta tersebut akan memiliki landasan hukum berupa Peraturan Bupati yang kini tengah disiapkan.
Hal itu disampaikan Bupati Edi dalam Rapat Evaluasi Masa Tanggap Darurat dan Persiapan Transisi Pemulihan Pascagempa di Aula Setda Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin 14 September 2026. Bupati Edi mengakui para kepala desa dan lurah telah bekerja keras menghadapi situasi darurat dan membantu masyarakat di wilayah masing-masing.
“Saya tahu dan sadar betul, teman-teman Kepala Desa dan Lurah yang wilayahnya terdampak bencana gempa, sudah berdarah-darah pada masa penanganan darurat bencana ini. Kita layak memberi mereka penghargaan,” ujarnya. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Desa Wae Wako dan Poco Dedeng, Kecamatan Lembor, karena laporan data kerusakan di kedua desa tersebut dinilai 100 persen sesuai hasil verifikasi.
Di sisi lain, Edi mengingatkan seluruh jajaran agar tidak bermain-main dengan data kerusakan rumah. Ia mengungkapkan, dari sekitar 9.000 rumah terdampak berdasarkan aplikasi real time pada 23 Agustus, data offline 12 September meningkat menjadi 12 ribuan, dan setelah verifikasi tercatat 13.658 unit. Bahkan terdapat desa yang melaporkan 159 rumah rusak, tetapi setelah diverifikasi hanya 10 rumah yang memenuhi syarat.
“Ini soal pertanggungjawaban uang negara,” ujarnya, seraya mengingatkan data akan kembali diperiksa dan divalidasi BNPB.
Hingga Senin, 14 Septembar 2026, masa sanggah mencatat sekitar 1.700 pengaduan masyarakat dan hampir 200 rumah yang belum terdata. Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, Pemkab Manggarai Barat mengerahkan 50 personel gabungan dari Bina Marga, Inspektorat dan sejumlah OPD untuk melakukan verifikasi ulang selama empat hari hingga Kamis, 17 September 2026 pukul 23.59 Wita.
Pengajuan bantuan ke pemerintah pusat juga akan dilakukan bertahap, yakni bagi data yang sudah tidak memiliki sanggahan dan data yang masih harus diverifikasi ulang. Selain persoalan data, Bupati Edi memastikan bantuan terpal diperluas bagi korban yang belum menerima. Sebanyak 3.920 terpal telah disiapkan, terdiri dari 2.250 hasil pengadaan baru dan 1.670 yang sudah tersedia di gudang, dari total kebutuhan sekitar 6.000 terpal.
Penyaluran ditargetkan mulai dilakukan kepada warga yang memenuhi syarat, dengan catatan penerima yang sudah memperoleh tenda dari sumber lain tidak kembali menerima bantuan agar distribusi tidak tumpang tindih. Menutup rapat, Edi menegaskan lima hal utama, yakni finalisasi data yang dapat dipertanggungjawabkan, pemahaman bahwa lolos verifikasi belum berarti dana langsung cair, keterbukaan hasil verifikasi kepada masyarakat, pelayanan terhadap setiap pengaduan, serta percepatan penyaluran terpal dan tenda bagi warga yang belum menerima.
Ia juga meminta maaf jika ketegasannya selama proses penanganan bencana dinilai berlebihan. “Tidak ada kebencian untuk personal. Niat saya satu: rakyat kita bisa diurus cepat. Kalau kita responsif, itu kepuasan tersendiri,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....