Gubernur NTT dan BKN Bahas Penguatan Manajemen Talenta ASN

  • 15 Sep 2026 13:46 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memperkuat strategi pengelolaan aparatur untuk memastikan birokrasi diisi orang-orang yang tepat dan berkinerja terbaik. Hal ini dibahas Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. dalam audiensi di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin, 14 September 2026 sore.

Dalam pertemuan tersebut, Melki menegaskan keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan program dan kebijakan, tetapi sangat ditentukan kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, manajemen talenta ASN dinilai strategis untuk memastikan aparatur dengan kompetensi, kapasitas, kinerja, dan potensi terbaik dapat dikembangkan serta ditempatkan sesuai kebutuhan organisasi.

“Manajemen talenta adalah bagian penting dalam memastikan birokrasi memiliki orang-orang yang tepat, pada posisi yang tepat, dan mampu bekerja untuk mencapai target pembangunan daerah,” ujar Gubernur Melki.

Menurut Gubernur Melki, penerapan manajemen talenta harus berjalan dengan sistem merit sehingga pengembangan karier ASN dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi, kinerja, potensi, dan kebutuhan organisasi. ASN tidak lagi hanya dipandang sebagai pelaksana administrasi pemerintahan, tetapi sebagai talenta pembangunan.

ASN dituntut mampu menghadirkan inovasi, meningkatkan pelayanan publik, dan mempercepat pencapaian target pembangunan NTT. Untuk itu, ia meminta dukungan dan pendampingan BKN dalam membangun sistem manajemen talenta yang sesuai regulasi dan kebutuhan daerah.

Kepala BKN RI Prof. Zudan Arif Fakrulloh menyambut baik komitmen tersebut dan menyatakan kesiapan BKN memberikan pendampingan, termasuk dalam pemetaan kompetensi dan potensi ASN serta pengembangan karier berbasis sistem merit.

Zudan menekankan pentingnya ASN terus meningkatkan kapasitas melalui pendidikan dan pengembangan diri. “ASN kita harus terus belajar. Jangan berhenti pada pendidikan yang sudah dimiliki,” ujarnya. Menurutnya, birokrasi yang profesional, adaptif, inovatif, dan berintegritas merupakan modal penting menghadapi tantangan pembangunan.

Zudan juga menyoroti pentingnya penataan kehidupan ASN, termasuk kedekatan tempat tinggal dengan lokasi kerja untuk mendukung konsentrasi, kedisiplinan, produktivitas, sekaligus efisiensi biaya transportasi. “Kalau tempat tinggalnya atau rumahnya dekat dengan tempat kerja, konsentrasi bekerja bisa lebih baik, lebih fokus, dan waktu tidak banyak habis di perjalanan,”ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....