Aktivitas Warga Terganggu Abu Ile Lewotolok, Masker Jadi Kebutuhan Mendesak
- 14 Sep 2026 14:56 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Erupsi Gunung Ile Lewotolok berdampak pada aktivitas masyarakat akibat sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah sekitar gunung. BPBD Lembata menyebut kebutuhan masker menjadi salah satu prioritas untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pernapasan.
Kepala BPBD Kabupaten Lembata, Andris Koban mengatakan, abu vulkanik tidak hanya berdampak pada permukiman warga. Material vulkanik juga ditemukan pada berbagai aktivitas masyarakat, sehingga penggunaan masker diperlukan untuk mengurangi paparan abu.
“Paling mendesak itu terkait dengan kesehatan, terutama untuk saluran pernapasan. Untuk mitigasinya dan pencegahannya kita siapkan masker,” ujar Andris.
Menurut Andris, BPBD Kabupaten Lembata telah mendistribusikan sekitar 2.500 masker kepada masyarakat terdampak. Jumlah tersebut dinilai masih terbatas sehingga BPBD terus mengajukan dukungan kepada berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kondisi serupa dirasakan masyarakat Desa Lamagute yang berada di sekitar kawasan Gunung Ile Lewotolok. Kepala Desa Lamagute, Romanus Jariaman mengatakan, keterbatasan masker membuat sebagian masyarakat kesulitan melakukan aktivitas di luar rumah.
“Untuk masyarakat tidak bisa beraktivitas dengan baik karena ketiadaan masker, sehingga masyarakat tidak bisa beraktivitas di luar rumah,” kata Romanus
Romanus mengatakan, pemerintah desa telah menyampaikan permohonan bantuan kepada Bupati Lembata untuk memenuhi kebutuhan masker dan air bersih masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan segera diterima karena aktivitas erupsi gunung masih berdampak terhadap kehidupan warga.
BPBD Lembata juga terus menerima laporan berupa foto dan video dari kecamatan serta desa mengenai dampak abu vulkanik. Data tersebut akan menjadi bahan asesmen lapangan untuk menentukan kebutuhan penanganan masyarakat terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....