Anak Nangakeo Belajar Kelola Emosi dalam Proses Recovery Psikososial

  • 14 Sep 2026 15:30 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende- Proses pemulihan siswa SD Katolik Nangakeo mendapat perhatian melalui kegiatan trauma healing yang diarahkan untuk membantu mereka mengelola emosi setelah gempa 15 Agustus 2026. Pendampingan dilakukan Tim Relawan Gesit di Aula Kapela Desa Bheramari, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Sabtu 12 September 2026, dengan kegiatan yang disesuaikan dengan dunia anak.

Andini Fransiska D. Saka, S.Pd., M.Psi., Guru Bimbingan dan Konseling SMA Katolik Frateran Ndao Ende sekaligus salah satu relawan Tim Gesit, saat diwawancarai RRI Ende pada Sabtu 12 September 2026 di Aula Kapela SD Katolik Nangakeo mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung proses recovery psikososial anak. Ia menjelaskan pendekatan yang digunakan dibuat sederhana agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan tanpa merasa terbebani.

Andini menjelaskan, anak-anak yang baru melewati pengalaman bencana membutuhkan suasana yang dapat membantu mereka lebih rileks. Karena itu, relawan berusaha menghadirkan emosi-emosi positif untuk membantu anak perlahan mengurangi beban dari pengalaman traumatis yang mereka alami.

Ia menegaskan , Berbeda dengan pendekatan yang dapat diberikan kepada orang dewasa, trauma healing untuk anak disesuaikan dengan usia dan kemampuan mereka dalam memahami pengalaman. Cerita, permainan dan aktivitas yang menyenangkan digunakan sebagai media agar anak dapat mengekspresikan diri sekaligus belajar mengelola emosinya.

Ia mengungkapkan, proses recovery tidak dapat berlangsung dalam waktu singkat. Hal-hal sederhana yang dilakukan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu anak melewati proses pemulihan secara bertahap setelah mengalami kejadian luar biasa akibat gempa.

Menurutnya, anak-anak terlihat senang selama mengikuti kegiatan trauma healing. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemulihan karena anak mulai mendapatkan kembali pengalaman positif setelah sebelumnya menghadapi situasi yang menimbulkan ketakutan.

Ia menambahkan, pemulihan emosi anak merupakan tanggung jawab bersama dan tidak hanya menjadi tugas relawan. Orang tua, guru, teman sebaya serta lingkungan sekitar perlu saling memberikan penguatan dan membantu anak belajar mengelola emosinya dalam kehidupan sehari-hari.

Andini berharap kegiatan trauma healing dapat memberikan energi positif yang menjadi bekal bagi anak-anak untuk kembali menjalani hari-hari mereka. dan berharap dukungan psikososial dapat terus dilakukan secara rutin agar anak-anak SD Katolik Nangakeo semakin mampu mengelola emosi, pulih dari pengalaman gempa, dan kembali menjalani kegiatan belajar dengan percaya diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....