Polwan Ende Pulihkan Keceriaan Anak Korban Gempa lewat Kisah Ceria

  • 11 Sep 2026 11:39 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Sebanyak 191 siswa SD Negeri Ende 1 mengikuti program trauma healing yang diselenggarakan Polwan Polres Ende pada Jumat 11 September 2026 untuk membantu mengurangi kecemasan pasca gempa Flores.
  • Program trauma healing menggunakan metode interaktif meliputi bernyanyi, bermain, dan dongeng interaktif untuk membangun suasana aman kembali di lingkungan sekolah.
  • Kegiatan berlangsung di halaman SD Negeri Ende 1 di Kelurahan Kota Raja, Ende, dengan melibatkan Polwan dalam pendampingan psikologis untuk anak-anak korban bencana gempa.

RRI.CO.ID, Ende - Sebanyak 191 siswa SD Negeri Ende 1 mengikuti trauma healing yang digelar Polwan Polres Ende, Jumat 11 September 2026 pagi. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Kota Raja, Ende, untuk membantu anak mengurangi kecemasan setelah gempa yang mengguncang Flores sebelumnya.

Para siswa diajak bernyanyi, bermain, dan mendengarkan dongeng interaktif yang dikemas untuk membangun kembali suasana aman di sekolah. Suasana halaman sekolah berubah menjadi riuh ketika Polwan mengajak siswa berinteraksi melalui permainan ringan dan nyanyian bersama.

Pendampingan dipimpin konselor Polres Ende Aipda Yumias Markus Lete dan Brigpol Novi Asmiyati bersama jajaran Polwan serta personel terkait. Personel Bagian SDM dan Satlantas turut terlibat, sehingga pendekatan kepada siswa berlangsung cair tanpa suasana formal berlebihan di sekolah.

Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata menyebut pemulihan mental anak menjadi perhatian penting selama masa pemulihan pascabencana di Flores. Menurutnya, pengalaman gempa dapat memicu ketakutan, sehingga anak membutuhkan ruang aman untuk kembali belajar dan beraktivitas normal kembali.

Melalui permainan edukatif dan dongeng, siswa diajak mengenali emosi, mengurangi ketegangan, serta membangun keberanian menghadapi situasi pascagempa tersebut. Interaksi langsung membuat anak leluasa tertawa dan berbicara, sekaligus mengalihkan perhatian dari pengalaman menegangkan yang mereka alami.

Momen paling ramai terlihat saat dongeng interaktif dimulai, ketika anak-anak mengikuti alur cerita dengan penuh perhatian bersama pendamping. Pesan cerita mendorong siswa saling menyayangi, berani menghadapi ketakutan, dan kembali menatap kegiatan sekolah dengan optimisme secara positif.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi polisi untuk membangun kedekatan dengan anak-anak setelah bencana mengganggu rutinitas sehari-hari mereka. Kehadiran personel di sekolah memperlihatkan bahwa pendampingan pascabencana tidak berhenti pada penanganan kebutuhan fisik masyarakat dan lingkungan sekolah.

Seluruh rangkaian trauma healing berlangsung hingga pukul 10.00 Wita dalam suasana aman, tertib, dan kondusif di lingkungan sekolah. Setelah kegiatan berakhir, anak-anak tampak lebih rileks dan kembali berinteraksi bersama teman serta pendamping di halaman sekolah setempat.

Pendampingan ini diharapkan membantu anak memulihkan rasa aman sekaligus menjaga keberanian mereka mengikuti pembelajaran pascagempa setelah bencana terjadi. Polres Ende menyatakan kegiatan serupa akan terus dilakukan untuk mendukung pemulihan psikologis anak di wilayah terdampak bencana

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....