Polwan Tetap Hadir Layani Warga Pascagempa Flores
- 10 Sep 2026 09:18 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Polisi Wanita (Polwan) tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi pascagempa Flores yang masih diwarnai guncangan susulan dan kekhawatiran warga. Kehadiran personel kepolisian di lapangan dinilai penting untuk membantu warga merasa aman sekaligus mengurangi ketakutan yang masih dirasakan.
IPTU Ny. Fitri Bambang mengatakan, polisi perlu hadir ketika masyarakat membutuhkan rasa aman dan ketenangan setelah bencana. Hal tersebut disampaikannya di Maumere, Rabu 9 September 2026.
“Saat masyarakat masih dihantui rasa ketakutan akibat gempa susulan, kita perlu hadir di tengah mereka untuk memberikan ketenangan dari rasa takut mereka,” ujar Fitri.
Menurut Fitri, kondisi pascagempa menuntut personel kepolisian tetap memberikan pelayanan dan pendampingan meskipun petugas juga menghadapi tekanan selama menjalankan tugas. Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Polwan yang bertugas di wilayah terdampak bencana.
Di sisi lain, para Polwan juga memiliki keluarga yang berada di wilayah terdampak gempa dan membutuhkan perhatian. Kondisi ini membuat tanggung jawab sebagai anggota Polri berjalan beriringan dengan kekhawatiran terhadap keselamatan keluarga masing-masing.
Fitri mengatakan, dukungan antarpersonel menjadi bagian penting dalam menjaga semangat dan kesiapan anggota selama bertugas. Dukungan tersebut membantu polisi tetap fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam situasi yang penuh tekanan.
Kehadiran Polwan di tengah warga diwujudkan melalui berbagai tugas pelayanan, termasuk membantu menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang masih mengalami dampak psikologis akibat gempa. Interaksi langsung dengan warga juga menjadi bagian dari upaya kepolisian memastikan masyarakat tidak menghadapi situasi pascabencana seorang diri.
Fitri menegaskan, keberadaan polisi di tengah masyarakat harus terus dijaga selama warga masih membutuhkan ketenangan. Menurutnya, pelayanan tidak hanya dilakukan ketika situasi normal, tetapi justru semakin dibutuhkan saat masyarakat menghadapi kondisi sulit.
Gempa bumi tektonik yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka. Hingga kini, penanganan pascabencana masih berlangsung, mulai dari pelayanan kepada warga terdampak hingga pemulihan berbagai fasilitas yang mengalami kerusakan.
Bagi personel kepolisian, kondisi tersebut menjadikan tugas pelayanan masyarakat dan tanggung jawab terhadap keluarga berjalan dalam waktu bersamaan. Namun, kehadiran mereka di lapangan tetap diarahkan untuk memastikan warga memperoleh rasa aman di tengah proses pemulihan pascagempa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....