Gubernur NTT: Data Harus Sinkron, Tidak Boleh Ada Warga Terdampak yang Terlewatkan

  • 09 Sep 2026 12:25 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan tidak boleh ada satu pun warga terdampak Gempa Flores yang luput dari penanganan pemerintah. Pesan itu disampaikan saat memimpin Rapat Konsolidasi Penanganan Dampak Gempa Flores di Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Sikka, Maumere, Selasa, 8 September 2026.

Bagi pemerintah, memastikan setiap warga terdata menjadi langkah awal agar bantuan dan pelayanan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Dalam rapat tersebut, Melki meminta seluruh pihak menyamakan dan menyinkronkan data korban serta masyarakat terdampak.

Ia menilai data yang berbeda-beda dapat menghambat proses penanganan, terutama dalam memastikan hak warga terdampak terpenuhi. “Data harus sama, harus sinkron, dan tidak boleh ada masyarakat terdampak yang terlupakan,” kata Gubernur Melki.

Penanganan tidak hanya diarahkan pada kebutuhan darurat, tetapi juga mulai disiapkan untuk memasuki masa transisi menuju pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Sejumlah sektor menjadi perhatian pemerintah, mulai dari perumahan, kesehatan, pendidikan, air bersih hingga pemulihan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTT juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan dampak gempa dapat berjalan lebih cepat dan terarah. Gubernur Melki menekankan bahwa kerja besar pascabencana membutuhkan kekompakan seluruh pihak.

"Pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga terkait, relawan, hingga masyarakat harus bergerak dalam satu arah dengan kepentingan kemanusiaan sebagai prioritas. “Yang paling penting, solidaritas harus bagus. Kita harus kompak untuk kemanusiaan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....