Peringatan Dini Kekeringan Lembata Mulai Berbasis Prediksi Dampak
- 09 Sep 2026 07:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Sistem peringatan dini kekeringan di Kabupaten Lembata mulai diarahkan untuk memprediksi dampak yang akan terjadi. Informasi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar menentukan tindakan sebelum kondisi darurat berkembang.
Pendekatan itu diterapkan melalui Impact Based Forecasting atau IBF dalam Simulasi Meja Rencana Kontingensi Kekeringan Tahun 2026. Simulasi berlangsung di Lewoleba, Jumat 4 September 2026, dan melibatkan berbagai unsur terkait.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Provinsi NTT Rahmatullah Adji mengatakan, IBF merupakan bagian dari transformasi layanan informasi cuaca dan iklim. Informasi tersebut diharapkan lebih mudah diterjemahkan menjadi keputusan mitigasi di lapangan.
“Informasi iklim harus memberikan manfaat langsung bagi pengambilan keputusan. Dengan IBF, kita tidak hanya berbicara tentang kemungkinan kejadian, tetapi juga apa dampaknya dan tindakan apa yang harus dilakukan,” ujar Rahmatullah.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah dapat menghubungkan informasi prakiraan dengan kemungkinan dampak terhadap masyarakat. Tindakan seperti perlindungan kelompok rentan dan penyiapan kebutuhan dapat dilakukan lebih awal.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi NTT Safrudin Herman mengatakan, IBF juga memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga teknis, dan masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai relevan untuk menghadapi kekeringan sebagai salah satu ancaman bencana di NTT.
Penerapan IBF di Lembata menjadi bagian dari uji coba proyek pertama di Indonesia. Sistem tersebut diharapkan mengubah informasi peringatan dini menjadi dasar tindakan konkret sebelum dampak bencana dirasakan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....