Ditenda Pengungsian, Lapas Ende Hadir Membawa Kepedulian untuk Warga Tendakinde

  • 09 Sep 2026 07:18 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo - Warga Desa Tendakinde, khususnya Dusun Kaburea, masih bertahan di tenda pengungsian setelah gempa bumi 15 Agustus 2026 lalu. Kondisi itu mendorong Lapas Kelas IIB Ende menyalurkan bantuan langsung untuk memenuhi kebutuhan warga selama berada di pengungsian.

Bantuan diserahkan Kepala Lapas Kelas IIB Ende, Rommy Waskita Pambudi, bersama jajaran pegawai secara langsung. Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan kemanusiaan bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan setelah meninggalkan rumah masing-masing akibat bencana.

Rommy hadir didampingi Kasi Binapigiatja Syamsul Hidayat A.R., Kasubag TU John O. Z. Mina Belo dan sejumlah pegawai dalam penyaluran bantuan. Bantuan berupa sembako, pakaian, dan kebutuhan bayi disalurkan kepada warga yang membutuhkan selama masa pengungsian yang masih berlangsung.

Penyaluran dilakukan langsung di lokasi tenda agar bantuan diterima warga tanpa menambah beban mobilitas mereka dalam kondisi darurat.

Kehadiran petugas Lapas Ende juga membuka ruang pertemuan dengan warga untuk mendengar kebutuhan yang mereka hadapi sehari-hari langsung.

Rommy menegaskan, kehadiran Lapas Ende bukan sekadar menyerahkan bantuan, melainkan memastikan warga terdampak merasa diperhatikan di tengah situasi sulit.

Menurutnya, solidaritas diperlukan agar masyarakat memiliki kekuatan menghadapi masa sulit sambil menunggu kondisi kembali aman sepenuhnya.

Data kepolisian mencatat 192 kepala keluarga atau 687 jiwa terdampak dan mengungsi di tenda darurat Dusun Kaburea setempat. Dampak gempa juga merusak 93 rumah, terdiri atas 27 rusak ringan, 37 rusak sedang, dan 29 rusak berat.

Situasi tersebut membuat tenda menjadi ruang hidup sementara, tempat keluarga beristirahat, memasak, dan menjaga anak-anak mereka setiap hari. Di tengah keterbatasan itu, bantuan kebutuhan dasar dapat mengurangi tekanan warga yang harus menata kehidupan dari awal kembali.

Warga menyambut penyaluran bantuan dengan rasa syukur karena barang yang diberikan menyentuh kebutuhan rumah tangga sehari-hari mereka langsung. Selain bantuan material, kedatangan jajaran Lapas menjadi dukungan moril bagi warga yang masih menghadapi ketidakpastian setelah bencana tersebut.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa respons terhadap bencana tidak berhenti pada distribusi logistik, tetapi juga menyangkut kehadiran dan kepedulian. Bagi warga pengungsi, perhatian langsung dari lembaga pemerintah dapat memperkuat rasa aman selama proses pemulihan berlangsung secara bertahap.

Lapas Ende berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus menjaga semangat saling membantu selama masa pemulihan berlangsung. Kepedulian yang dibawa dari Ende menjadi pengingat bahwa solidaritas tetap dibutuhkan ketika warga menghadapi masa sulit di pengungsian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....