Tenda Bocor, Aktivitas KBM di SD Inpres Dorameli Terhenti

  • 09 Sep 2026 07:09 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo – Kegiatan belajar mengajar di SD Inpres Dorameli, Desa Raja Selatan, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, terganggu akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut, Selasa (8/9/2026). Tenda darurat yang digunakan sebagai ruang belajar belum mampu menahan air hujan karena keterbatasan terpal dan sebagian ruang tidak memiliki penutup.

Hujan menyebabkan kursi, meja dan sejumlah perangkat pembelajaran di ruang darurat menjadi basah. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah terpaksa memulangkan siswa lebih awal karena tempat belajar tidak memungkinkan digunakan secara optimal.

Kepala SD Inpres Dorameli, Hiasintha Poeroewati Padi, S.Pd.SD, kepada media RRI Selasa, 8 September 2026 mengatakan kegiatan KBM tidak efektif karena lantai, kursi dan meja serta kelengkapan lainnya basah, sehingga anak-anak dipulangkan lebih awal. Keterbatasan fasilitas membuat proses pembelajaran masih menghadapi kendala ketika terjadi hujan.

“Hari ini kami terpaksa memulangkan anak karena sebagian ruang darurat serta kursi, meja basah, selain itu sebagian tenda tidak ada penutupnya,” ujar Hiasintha.

Ia mengatakan pihak sekolah berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung. Sekolah juga masih mengharapkan dukungan pemerintah berupa tenda darurat yang lebih layak serta tambahan terpal untuk melindungi ruang belajar.

Sementara itu salah satu tenaga pendidik SD Inpres Dorameli, Aris, mengatakan kondisi hujan menyebabkan perlengkapan kelas darurat dan perangkat pembelajaran basah sehingga kegiatan belajar tidak memungkinkan dilaksanakan. Ia berharap BNPB dapat memberikan dukungan tenda belajar yang layak serta tambahan terpal agar aktivitas pembelajaran tetap berjalan meskipun berlangsung di ruang darurat.

Menurut Hiasintha, fasilitas yang mendukung sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada siswa maupun guru selama proses pembelajaran pascagempa. Dukungan tersebut diharapkan dapat meminimalisir gangguan kegiatan belajar mengajar akibat kondisi cuaca.

Pihak sekolah berharap pemerintah dan dinas terkait dapat memperhatikan kondisi lembaga pendidikan yang terdampak gempa, khususnya sekolah yang masih melaksanakan pembelajaran di ruang darurat. Kolaborasi pemerintah, sekolah, orang tua dan pihak terkait dinilai penting agar proses pendidikan tetap berlangsung dalam kondisi yang aman dan nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....