Polisi Bersihkan Puing MTsN 3 Ende, Pulihkan Trauma Pasca Gempa
- 09 Sep 2026 06:59 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Personel Sat Samapta Polres Ende membersihkan puing tiga ruang kelas MTsN 3 Ende di kawasan Anaraja, Selasa 8 September 2026 pagi, pascagempa Flores. Aksi gotong royong itu dimulai pukul 10.15 Wita dan dipimpin Kasat Samapta Polres Ende Iptu Jacob Steven Bessie.
Sebanyak 12 personel dikerahkan untuk mengangkat material bangunan, termasuk plafon, dari tiga ruang kelas yang terdampak cukup parah. Pembersihan dilakukan untuk mempercepat pemulihan fasilitas sekolah sekaligus mengurangi risiko keselamatan bagi guru dan siswa di lokasi terdampak.
Gempa bumi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menyebabkan kerusakan bangunan sekolah dan memengaruhi kenyamanan kegiatan belajar mengajar sementara. Kerusakan tersebut membuat sejumlah ruangan membutuhkan penanganan agar lingkungan belajar kembali aman dan nyaman digunakan warga madrasah setempat.
Perwakilan kepala MTsN 3 Ende, Ratno Ashari Waja Bae, menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Ende dan jajarannya atas bantuan. Menurut Ratno, gotong royong kepolisian membantu sekolah membersihkan material sekaligus memberi dukungan moral kepada keluarga besar madrasah tersebut.
Aksi ini juga diharapkan membantu meredakan trauma guru dan siswa setelah mereka menghadapi dampak gempa yang merusak fasilitas pendidikan. Kehadiran personel di lingkungan sekolah memberi rasa aman sambil membuka ruang bagi warga madrasah menata kembali aktivitas belajar.
Pihak sekolah berharap proses belajar mengajar dapat segera berlangsung setelah ruangan dinyatakan aman untuk digunakan kembali oleh siswa. Pemulihan sarana pendidikan menjadi kebutuhan penting agar kegiatan akademik tidak berlarut dan siswa kembali belajar secara normal secepatnya.
Kegiatan pembersihan berlangsung sebagai bagian dari respons Polres Ende terhadap kebutuhan warga setelah bencana gempa di wilayah terdampak. Selain sekolah, jajaran Polres Ende sebelumnya juga membantu membersihkan puing rumah warga serta mendukung penanganan pascabencana di lapangan.
Gotong royong tersebut menunjukkan pemulihan pascagempa tidak hanya menyasar bangunan, tetapi juga kondisi psikologis komunitas sekolah setempat terdampak. Dengan lingkungan sekolah lebih tertata, guru dan siswa diharapkan lebih siap kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar secara bertahap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....