Rakor Dampak Gempa Bumi bagi Nasabah Bank dan Anggota Koperasi Se-Kabupaten Ngada
- 08 Sep 2026 13:54 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ngada — Pemerintah Kabupaten Ngada mulai mencari solusi bagi masyarakat terdampak gempa bumi yang masih memiliki kewajiban pinjaman di bank maupun koperasi. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Ngada bersama lembaga keuangan, perbankan serta koperasi primer nasional, provinsi dan kabupaten di Aula Setda Ngada, Senin, 7 September 2026. Rapat dibuka langsung oleh Bupati Ngada.
Bupati Ngada Raymundus Bena mengatakan, dampak gempa dirasakan masyarakat di 197 desa, dengan lebih dari 14 ribu rumah terdampak hingga akhir Agustus 2026. Kerusakan rumah dan trauma membuat sebagian warga masih memilih bertahan di tempat pengungsian karena khawatir kembali ke rumah. Situasi ini turut memukul aktivitas ekonomi masyarakat, terutama mereka yang memiliki pinjaman namun kehilangan atau mengalami gangguan terhadap sumber penghidupannya.
Dalam kondisi tersebut, pemerintah daerah mendorong lembaga keuangan dan koperasi untuk melihat kemungkinan relaksasi atau skema penanganan pinjaman bagi nasabah dan anggota koperasi yang terdampak bencana. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk memulihkan kondisi ekonomi tanpa semakin terbebani kewajiban pembayaran.
Pemkab Ngada juga telah menyampaikan persoalan ini kepada pemerintah pusat melalui surat kepada Presiden RI untuk mendapatkan dukungan kebijakan yang sesuai dengan kondisi masyarakat terdampak. Di tengah upaya tersebut, dukungan juga datang dari Koperasi TLM yang menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta bagi korban gempa bumi melalui Pemerintah Kabupaten Ngada.
Bantuan tersebut selanjutnya akan diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana. Pemerintah Kabupaten Ngada berharap koordinasi antara pemerintah, perbankan, lembaga keuangan dan koperasi dapat menghasilkan langkah konkret untuk membantu masyarakat bangkit.
Selain meringankan beban kewajiban pinjaman, solusi tersebut diharapkan mampu menjaga roda perekonomian tetap bergerak sehingga warga memiliki kesempatan untuk membangun kembali rumah, memulihkan usaha dan menata kehidupan setelah gempa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....