Ende Terima 277 Ton Beras untuk Warga Terdampak Gempa

  • 08 Sep 2026 10:38 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Pemerintah Kabupaten Ende menerima bantuan Cadangan Pangan Pemerintah dari Badan Pangan Nasional tahap II sebanyak 277.250 kilogram atau 277,25 ton beras untuk warga terdampak gempa bumi Flores. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada 55.450 jiwa yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Ende.

Penyaluran bantuan tersebut dilaunching Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda di Posko Tanggap Darurat Kabupaten Ende, Minggu 6 September 2026. Kecamatan Nangapanda menjadi salah satu wilayah awal penyaluran karena termasuk daerah dengan jumlah kerusakan akibat gempa yang cukup banyak.

Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda mengatakan bantuan pangan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat. Bantuan yang diterima mencakup beras 5 kilogram maupun cadangan pangan periode Juli hingga September.

“Adanya bantuan beras 5 kilogram maupun 30 kilogram cadangan Juli sampai September, saya berharap kebutuhan masyarakat akan pangan itu bisa terpenuhi,” ujar Yosef.

Ia mengatakan pemerintah akan terus menyalurkan berbagai bantuan yang datang dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah maupun pihak swasta. Penyaluran dilakukan secara adil agar bantuan dapat menjangkau seluruh masyarakat yang terdampak gempa.

Untuk tahap II, bantuan beras disiapkan bagi 55.450 jiwa di 21 kecamatan dengan periode penyaluran selama 14 hari. Sementara pada tahap I, pemerintah telah menyalurkan 18.575 kilogram beras untuk 3.715 jiwa.

Bupati meminta camat dan kepala desa ikut mendampingi petugas teknis yang turun ke desa-desa dalam proses penyaluran maupun pemutakhiran data warga terdampak. Pendampingan tersebut dinilai penting agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Ende memastikan bantuan pangan akan terus disalurkan selama masa tanggap darurat sesuai data penerima yang telah diverifikasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga agar masyarakat terdampak tetap mendapatkan kebutuhan pangan selama proses penanganan pascabencana berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....