Caritas Mulai Arahkan Bantuan Gempa Nagekeo ke Kemandirian Warga

  • 07 Sep 2026 01:09 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende- Caritas Indonesia bersama Keuskupan Agung Ende mulai mengarahkan penanganan penyintas gempa di Kabupaten Nagekeo dari bantuan darurat menuju penguatan kemandirian masyarakat. Perubahan pendekatan ini dilakukan seiring respons bencana memasuki fase kedua, dengan bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Ketua Posko Tanggaap Darurat Gempa Keuskupan Agung Ende RD. Reginaldus Piperno, mengatakan fase berikutnya tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan. Pihaknya juga mendorong masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhannya secara bertahap.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai RRI Ende di Posko Keuskupan Agung Ende, PSE Ende, Jumat 4 September 2026. Dia menegaskan, masyarakat terdampak perlu mulai diperkuat agar tidak terus bergantung pada bantuan dari luar.

Menurut RD. Perno, penguatan kapasitas warga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan dan memenuhi kebutuhannya secara mandiri. “Bagaimana masyarakat bisa mandiri, bahwa kita tidak bersandar pada paket-paket di luar,” ujar RD. Piperno.

Ia menilai, arah respons kemanusiaan pada fase kedua perlu menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting selain pemenuhan kebutuhan mendesak. Penyaluran bantuan dilakukan dengan pendekatan by name, by address, sehingga penerima dan kebutuhan di setiap lokasi dapat diidentifikasi secara lebih jelas.

Di Kabupaten Nagekeo, kebutuhan masyarakat masih mencakup air bersih dan dukungan terhadap fasilitas pendidikan. Sebanyak 15 tandon air berkapasitas 1.200 liter disiapkan untuk didistribusikan ke sejumlah wilayah, termasuk Boawae, Aeramo, dan Eboloya, serta sekolah yang membutuhkan fasilitas pendukung.

Ia menambahkan, sejumlah sekolah telah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar, namun masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan tempat yang layak. Kebutuhan tersebut kemudian disampaikan kepada posko agar dukungan dapat diarahkan sesuai kondisi sekolah dan masyarakat di wilayah terdampak.

RD. Piperno berharap masyarakat terdampak dapat semakin mandiri dan mampu memenuhi kebutuhannya secara bertahap tanpa terus bergantung pada paket bantuan dari luar. Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat Nagekeo setelah memasuki fase kedua penanganan bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....