Siswa SDK Bokogo Belajar di Tenda Pascagempa, Butuh Tambahan Tenda Demi Kenyamanan

  • 07 Sep 2026 08:08 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo – Aktivitas belajar mengajar di SDK Bokogo, Kabupaten Nagekeo, kembali berlangsung di tenda darurat setelah gempa bumi 15 Agustus 2026. Sebelumnya, para siswa sempat belajar dari rumah, tenda, hingga di bawah pohon karena kondisi belum memungkinkan.

Kepala Sekolah SDK Bokogo, Silvester Bea, kepada media RRI Jumad, 4 September 2026 mengatakan pembelajaran di luar lingkungan sekolah kurang efektif. Siswa juga kerap merasa takut dan berhamburan ketika angin kencang datang saat belajar di bawah pohon.

“Anak-anak sering ketakutan dan berhamburan ketika angin kencang datang,” ujar Silvester.

Setelah rapat koordinasi bersama kepala sekolah, pemerintah desa, BPD, komite, dan guru pada 29 Agustus 2026, disepakati pendirian kelas darurat. Warga bersama pemerintah desa bergotong royong mendirikan ruang kelas darurat di lingkungan sekolah.

Saat ini, SDK Bokogo menggunakan sekitar tujuh unit tenda dan terpal untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Tenda tersebut berasal dari swadaya desa, bantuan kepolisian, serta pengadaan oleh pemerintah desa.

Namun, pihak sekolah masih membutuhkan tenda darurat yang lebih layak dan aman dari BNPB. Ketersediaan ruang belajar yang memadai dinilai penting agar siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih nyaman di tengah kondisi pascagempa.

Selain sarana belajar, pihak sekolah juga mengharapkan adanya pendampingan trauma healing bagi para siswa. Bantuan terpal dan alat tulis juga dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Silvester berharap instansi terkait dapat segera memberikan dukungan sesuai kebutuhan sekolah dan kondisi siswa terdampak gempa. Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan agar proses pendidikan tetap berjalan sekaligus membantu memulihkan rasa aman anak-anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....