Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Masih Tinggi Pasca Erupsi Akhir Agustus

  • 05 Sep 2026 10:22 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, masih tinggi pascaerupsi pada akhir Agustus 2026. Dalam pemantauan 24 jam terakhir, tercatat 333 kali gempa letusan dan 209 kali gempa hembusan.

Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, mengatakan aktivitas kegempaan juga ditandai 18 kali gempa nonharmonik dan enam kali gempa harmonik. Selain itu, tercatat satu kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan tiga kali gempa fase banyak.

“Pantauan visual teramati tinggi letusan 200 hingga 600 meter di atas puncak. Dominan 500 meter di atas puncak,” kata Stanislaus.

Secara visual, tinggi letusan Gunung Ile Lewotolok dalam periode tersebut mencapai 200 hingga 600 meter di atas puncak. Kondisi ini menunjukkan aktivitas erupsi masih berlangsung dan terus dipantau petugas.

Stanislaus mengatakan, endapan lava sektor selatan-tenggara masih berada sekitar 1.800 meter dari bibir kawah. Sementara endapan lava pada sektor timur laut masih berada sekitar 1.100 meter dari bibir kawah.

“Aktivitas hingga saat sekarang masih berada pada Level Dua Waspada, dengan rekomendasi masyarakat atau wisatawan agar tidak mendekati radius dua kilometer dari pusat aktivitas dan sektoral selatan-tenggara sejauh tiga kilometer dari pusat aktivitas,” ujar Stanislaus.

Masyarakat dan wisatawan diminta mematuhi rekomendasi tersebut selama aktivitas gunung masih berlangsung. Warga juga perlu mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava serta awan panas, khususnya di sekitar sektor yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok sebelumnya juga tercatat tinggi pada 2 September 2026, dengan 397 kali letusan dalam periode 24 jam. Saat itu, kolom letusan teramati mencapai 500 hingga 700 meter di atas puncak kawah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....