YMTM Perkuat Bantuan bagi Kelompok Rentan Pascagempa

  • 05 Sep 2026 15:26 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo – Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) memperkuat dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Selain memenuhi kebutuhan pangan dan air minum, bantuan diarahkan untuk mendukung warga yang masih bertahan di pengungsian mandiri serta kelompok rentan.

Koordinator YMTM, Marsel Mau, mengatakan bantuan tahap kedua yang dilaksanakan pada Jumad, 4 September 2026 menyasar tiga desa dampingan di Kecamatan Nangaroro, yakni Desa Bidoa, Ulupulu, dan Ulupulu 1. Sebanyak 521 keluarga menjadi sasaran penerima bantuan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Harapan kami, bantuan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasarnya, memulihkan kondisi secara bertahap, serta memperkuat ketahanan masyarakat,” kata Marsel Mau.

Untuk mendukung kebutuhan dasar warga, YMTM menyalurkan 3.650 kilogram beras, 7.760 bungkus mi instan, dan 7.860 butir telur. Bantuan juga dilengkapi 105 ribu liter air minum bersih untuk membantu masyarakat selama masa tanggap darurat.

YMTM melalui dukungan Solar Chapter turut memberikan 65 lampu tenaga surya kepada warga yang masih tinggal di tenda mandiri. Tiga unit tenda juga disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara.

Selain penyaluran bantuan, YMTM bersama YAPPIKA saat ini melakukan asesmen di 10 desa. Asesmen tersebut ditujukan untuk mengetahui kebutuhan mendesak kelompok rentan, termasuk lansia, ibu hamil, ibu menyusui, perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, dan anak-anak.

Marsel mengatakan dukungan kemanusiaan perlu dilanjutkan setelah masa tanggap darurat berakhir. Menurutnya, masyarakat membutuhkan pendampingan dalam pemulihan tempat tinggal, ekonomi, hingga membangun kembali kemandirian setelah bencana.

“Dukungan donor sangat penting bukan hanya pada saat tanggap darurat, tetapi juga pada tahap pemulihan dan rehabilitasi,” ujarnya.

YMTM menilai kondisi masyarakat masih membutuhkan perhatian karena gempa susulan menimbulkan kekhawatiran bagi warga untuk kembali menempati rumah. Sebagian masyarakat masih menggunakan tenda sederhana dan terpal karena hunian mereka mengalami kerusakan atau belum dinilai aman.

Berdasarkan laporan YMTM yang mengacu pada data BPBD Kabupaten Nagekeo, hingga 31 Agustus 2026 tercatat 15.042 rumah terdampak gempa. Kerusakan tersebut terdiri atas 8.596 rumah rusak ringan, 2.727 rusak sedang, dan 4.079 rusak berat.

YMTM berharap kolaborasi dengan lembaga donor dan mitra kemanusiaan dapat terus diperkuat dalam menghadapi tahapan pemulihan. Dukungan berkelanjutan dinilai penting agar masyarakat terdampak tidak hanya mampu bertahan selama masa darurat, tetapi juga dapat kembali mandiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....