Sebanyak 1.620 Peserta Ikuti Kemah Pramuka Madrasah di Flores Timur
- 04 Sep 2026 13:25 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Sebanyak 1.620 peserta dari madrasah dan sekolah umum mengikuti Kemah Pramuka Madrasah Tingkat Kabupaten Flores Timur Tahun 2026 di Desa Lewogeka-Lohayong, Kecamatan Solor Timur. Kegiatan yang berlangsung 2–4 September 2026 itu melibatkan 108 tenda kontingen dan menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengasah kemandirian, kedisiplinan, serta kepemimpinan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, membuka kegiatan tersebut secara resmi pada Rabu 2 September 2026. Kemah mengusung tema “Pramuka Madrasah Tangguh Berkarakter, Kuat Iman, dan Berakhlak Mulia”.
Yosef mengatakan kegiatan kepramukaan menjadi salah satu sarana untuk membentuk karakter peserta didik melalui pengalaman langsung di luar ruang. Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan upaya Kementerian Agama menghadirkan pendidikan yang unggul, ramah, dan berkarakter.
“Kepramukaan ini menjadi kesempatan bagi generasi muda mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta, kecintaan kepada Tuhan, cinta kepada diri sendiri dan semesta, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negara,” ujar Yosef.
Menurut Yosef, nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi perlu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan perkemahan, peserta dilatih menjaga kebersihan, menaati aturan, bekerja sama, menerapkan toleransi, dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.
Selain pembentukan karakter, kegiatan kemah juga menjadi ruang bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan bekerja dalam tim serta melatih jiwa kepemimpinan dan kemandirian. Pengalaman selama berada di lingkungan perkemahan diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif yang diterapkan peserta ketika kembali ke madrasah, keluarga, dan masyarakat.
Kegiatan berlangsung di tengah kewaspadaan terhadap potensi bencana gempa bumi dan erupsi gunung berapi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Karena itu, Yosef meminta panitia dan pembina memperketat pengawasan serta menempatkan kesehatan dan keselamatan peserta sebagai prioritas selama perkemahan.
Ia mengatakan kesiapan menghadapi kondisi darurat juga perlu menjadi bagian dari kegiatan luar ruang seperti perkemahan. Konsolidasi antara panitia, pembina, dan peserta dinilai penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman.
Kemenag Flores Timur berharap Kemah Pramuka Madrasah tidak berhenti pada penguasaan keterampilan kepramukaan. Pengalaman selama tiga hari diharapkan membentuk peserta didik yang lebih disiplin, mandiri, peduli lingkungan, mampu bekerja sama, serta memiliki karakter yang kuat dalam kehidupan sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....