Pemerintah dan HFI Perkuat Koordinasi Penanganan Gempa Sikka

  • 04 Sep 2026 14:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Pemerintah dan organisasi kemanusiaan memperkuat koordinasi penanganan warga terdampak Gempa Flores di Kabupaten Sikka, menyusul perpanjangan masa tanggap darurat hingga 11 September 2026. Penguatan dilakukan melalui penyatuan data kebutuhan, pembagian peran, serta pengelolaan bantuan agar lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.

Kesepakatan itu dibahas dalam pertemuan BNPB, BPBD Kabupaten Sikka, dan anggota Humanitarian Forum Indonesia (HFI) di Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF), Selasa 1 September 2026. Pertemuan dipimpin Anggota Unsur Pengarah BNPB sekaligus pendiri HFI, Pdt. Victor Rembeth, dan difasilitasi Wakil Rektor I UNIMOF, Mohammad Fitri.

Sejumlah organisasi kemanusiaan yang sedang menjalankan respons kebencanaan di Sikka turut hadir, bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Komunitas Fajar Sikka. Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, Nelwan Harahap, menyampaikan perkembangan penanganan bencana secara nasional, sedangkan Sekretaris BPBD Sikka, Muhammad Karim, memaparkan kondisi serta kebutuhan warga terdampak.

Pertemuan tersebut menghasilkan pembagian peran antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi kemanusiaan dalam melanjutkan respons selama masa tanggap darurat. Pola kerja bersama ini diarahkan agar bantuan tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat menjangkau masyarakat berdasarkan kebutuhan yang terukur.

Salah satu langkah utama yang disepakati ialah pelaksanaan Joint Needs Assessment atau kaji kebutuhan bersama untuk menyatukan data mengenai kondisi dan kebutuhan warga terdampak. Proses tersebut dikoordinasikan Karitas KWI dan akan menjadi dasar dalam pemetaan kebutuhan serta penyaluran bantuan di wilayah terdampak.

UNIMOF juga ditetapkan sebagai Pos Koordinasi untuk memperkuat komunikasi dan pertukaran informasi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, relawan, serta unsur lain yang terlibat dalam penanganan Gempa Flores di Sikka. Keberadaan pos koordinasi diharapkan memudahkan penyelarasan informasi sekaligus mempercepat respons ketika muncul kebutuhan baru di lapangan.

Dukungan penanganan juga menyasar sektor logistik dengan melibatkan mahasiswa UNIMOF, Pemuda Katolik Keuskupan, Pemuda Gereja Pos Terpadu GMIT, dan sejumlah relawan. Mereka membantu menyiapkan serta mengelola bantuan sebelum disalurkan kepada masyarakat terdampak

Organisasi anggota HFI yang terlibat dalam respons di Sikka di antaranya Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Karitas KWI, Dompet Dhuafa, Hujan Initiative, Rumah Zakat, Pos Terpadu GMIT/PGI, dan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF). Keterlibatan berbagai lembaga tersebut memperluas dukungan kemanusiaan sekaligus memperkuat jejaring penanganan bencana di daerah.

Koordinasi pemerintah dan organisasi kemanusiaan menjadi bagian penting dalam respons lanjutan selama masa tanggap darurat Gempa Flores di Sikka. Penyatuan data dan pembagian peran diharapkan membuat bantuan lebih tepat sasaran, sekaligus mencegah tumpang tindih penanganan di wilayah terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....