Pascagempa Flores, SMA Dharma Bakti Butuh Bantuan Komputer
- 04 Sep 2026 08:50 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – SMA Dharma Bakti Maurole, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, membutuhkan bantuan komputer pascagempa bumi Flores 2026. Bantuan tersebut diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran serta persiapan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Kepala SMA Dharma Bakti Maurole, Emanuel Patris Sare, S.Pd., kepada RRI, Rabu, 2 September 2026, mengatakan guru dan peserta didik masih membutuhkan penguatan setelah mengalami bencana gempa bumi. Sekolah juga berharap pendampingan psikologis dapat diberikan kepada satuan pendidikan lain di wilayah terdampak.
"Kami sangat mengharapkan ada tim-tim yang peduli untuk memberikan penguatan bagi kami dan seluruh sekolah yang ada di wilayah terdampak bencana gempa bumi ini," ujar Emanuel.
Menurutnya, pendampingan tersebut dibutuhkan agar guru dan peserta didik dapat kembali menjalani kegiatan pembelajaran dengan baik. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi psikologis sekaligus meningkatkan semangat belajar.
Kerusakan gedung membuat kegiatan pembelajaran sementara dilaksanakan di ruang terbuka dengan memanfaatkan tenda darurat. Sejumlah ruang kelas mengalami keretakan, sementara beberapa plafon dan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) rusak akibat gempa.
Kerusakan fasilitas TIK juga menjadi kendala sekolah dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi TKA. Dari delapan komputer yang sebelumnya masih dapat digunakan, sebagian mengalami kerusakan setelah terjatuh saat gempa sehingga sekolah kesulitan melaksanakan try out.
"Kami sangat membutuhkan komputer ataupun laptop sehingga anak-anak kami dapat mengikuti ujian TKA nanti dengan baik di sekolah kami," kata Emanuel.
Selain komputer, pihak sekolah juga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan bantuan untuk rehabilitasi gedung sekolah. Bangunan tersebut mengalami kerusakan akibat gempa dan membutuhkan perbaikan agar kegiatan pembelajaran dapat kembali berjalan dengan aman.
Selama masa tanggap darurat, sekolah berkoordinasi dengan orang tua peserta didik dan pemerintah desa untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan. Pemerintah Desa Maurole telah memberikan tiga terpal yang dimanfaatkan sebagai tempat belajar sementara bagi siswa kelas X, XI dan XII.
Sekolah juga telah melakukan simulasi bencana dengan melatih peserta didik mengikuti prosedur dan jalur evakuasi. Emanuel berharap guru terus mendampingi siswa secara akademik, sedangkan peserta didik diminta tetap rajin belajar, memperkuat literasi dan numerasi, serta tidak patah semangat meraih cita-cita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....