Kemenag dan FKUB Ende Perkuat Solidaritas Warga Terdampak Gempa
- 01 Sep 2026 22:43 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende- Kementerian Agama Kabupaten Ende bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memperkuat solidaritas masyarakat terdampak gempa melalui kunjungan kemanusiaan dan dialog lintas agama di Kevikepan Ende. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memberikan dukungan moral sekaligus mempererat persaudaraan antarumat beragama dalam proses pemulihan pascabencana.
Kegiatan yang berlangsung Senin, 31 Agustus 2026, melibatkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende Nikolaus Nama Payon, Ketua FKUB Pusat Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, FKUB Provinsi NTT, Ketua FKUB Kabupaten Ende Rm. Frederick B. Wea Dopu, anggota FKUB serta sejumlah tokoh lintas agama.
Nikolaus Nama Payon mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Kehadiran tokoh lintas agama di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan penguatan moral dan menumbuhkan kembali semangat warga untuk bangkit.
Ia menambahkan, pemulihan pascabencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk tokoh agama yang memiliki kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, kerja sama lintas agama perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat menghadapi dampak bencana dengan semangat kebersamaan dan saling membantu.
Dialog lintas agama dalam kunjungan tersebut juga menjadi ruang untuk mendengarkan kondisi masyarakat sekaligus menyampaikan pesan dukacita, empati dan solidaritas. Para tokoh agama menegaskan bahwa bencana tidak boleh mengganggu persaudaraan dan kerukunan yang telah terbangun di tengah masyarakat Ende.
Ketua FKUB Pusat Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet turut menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dalam situasi kebencanaan. Menurutnya perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk saling membantu dan memberikan dukungan kemanusiaan.
Ketua FKUB Kabupaten Ende Rm. Frederick B. Wea Dopu bersama anggota dan tokoh lintas agama turut terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Keterlibatan berbagai unsur keagamaan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus mendampingi warga dalam proses pemulihan.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan secara fisik, tetapi juga dukungan sosial dan moral. Kehadiran tokoh lintas agama diharapkan mampu memberikan rasa diperhatikan, semangat dan motivasi kepada masyarakat untuk kembali menata kehidupan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....