Aktivitas Pertanian Warga Desa Lamba Keli Masih Terhenti Pascagempa

  • 01 Sep 2026 08:26 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Lebih dari dua pekan pascagempa 15 Agustus 2026, warga Desa Lamba Keli belum berani kembali berkebun. Gempa susulan dan kondisi wilayah yang rawan longsor membuat masyarakat masih khawatir beraktivitas di kebun.

Kepala Desa Lamba Keli, Ferdinandez Budiman, mengatakan sebagian besar warga masih tinggal di tenda pengungsian mandiri. Kondisi tersebut membuat aktivitas pertanian warga terganggu dan berdampak pada pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.

Menurut Ferdinandez, warga membutuhkan rasa aman sebelum kembali melakukan aktivitas pertanian seperti sebelumnya. Terlebih, sebagian wilayah Desa Lamba Keli berada di daerah ketinggian yang masih memiliki potensi longsor.

“Masyarakat juga sangat susah untuk berkebun atau bertani, karena daerah topografi masih rawan longsor dan masyarakat takut,” kata Ferdinandez.

Terhentinya aktivitas pertanian membuat sebagian warga masih mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan yang dibutuhkan antara lain sembako, air minum, tenda, serta perlengkapan pendukung selama berada di pengungsian.

Ferdinandez berharap kondisi segera aman sehingga warga dapat kembali bekerja di lahan pertanian masing-masing. Menurutnya, kembalinya warga berkebun penting untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bantuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....