Satlantas Polres Ngada Pulihkan Trauma Anak Korban Gempa

  • 31 Agt 2026 11:33 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada – Tawa dan senyum kembali terdengar dari lokasi pengungsian di tengah suasana pascagempa bumi yang masih menyisakan kecemasan bagi masyarakat. Satuan Lalu Lintas Polres Ngada menghadirkan keceriaan bagi anak-anak terdampak melalui kegiatan trauma healing di Posko Pengungsian Polres Ngada, Jumat, 28 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II Turangga 2026 sekaligus bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana. Melalui pendekatan humanis, personel Satlantas mengajak anak-anak berinteraksi dan melakukan berbagai aktivitas menyenangkan untuk membantu mengurangi rasa takut selama berada di pengungsian.

Personel Satlantas membagikan makanan ringan, memberikan motivasi dan dukungan moril, serta mengajak anak-anak bernyanyi bersama. Tidak berhenti di lokasi pengungsian, anak-anak juga diajak berkeliling Kota Bajawa menggunakan mobil dan sepeda motor dinas lalu lintas.

Kegiatan tersebut menghadirkan suasana berbeda bagi anak-anak yang sehari-hari masih berada dalam lingkungan pengungsian. Tawa, senyum, dan interaksi bersama personel kepolisian menjadi ruang bagi mereka untuk sejenak melupakan pengalaman menegangkan akibat gempa.

Kapolda NTT melalui Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa, S.E., S.H., M.H., M.I.Kom., menegaskan bahwa penanganan bencana tidak hanya menyangkut bantuan kebutuhan dasar dan keamanan, tetapi juga pemulihan psikologis masyarakat. “Polri hadir untuk memastikan anak-anak tidak merasa sendiri, merasa aman dan diperhatikan, serta memiliki kekuatan untuk bangkit dari trauma akibat bencana", ujarnya.

Menurut Kapolres, anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam situasi pascabencana. Karena itu, kegiatan yang menghadirkan suasana aman, hangat, dan menyenangkan perlu terus dilakukan untuk membantu mereka mengekspresikan perasaan sekaligus membangun kembali rasa percaya diri.

Kehadiran personel Satlantas juga menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan antara polisi dengan anak-anak dan keluarga pengungsi. Pendekatan humanis tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa aman serta memberikan pengalaman positif di tengah situasi sulit yang sedang mereka hadapi.

Kegiatan trauma healing menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan kemanusiaan Polri dalam Operasi Aman Nusa II Turangga 2026. Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga berupaya menguatkan masyarakat dan membantu proses pemulihan setelah bencana.

Bagi anak-anak di pengungsian, sebuah senyuman mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat menjadi awal tumbuhnya kembali keberanian dan harapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....