Pengajar Braille Dorong Tunanetra NTT Kuasai Literasi
- 28 Agt 2026 20:13 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Pengajar Braille Yanuarius Melkiana Plero mendorong penyandang tunanetra di NTT meningkatkan kemampuan literasi sebagai bekal menuju kemandirian. Ajakan tersebut muncul di tengah kendala kepercayaan diri dan keterbatasan sarana pembelajaran yang masih dihadapi sebagian penyandang disabilitas netra.
Yanuarius atau Bang Nano mengatakan kesulitan pada tahap awal seharusnya tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar Braille. Menurutnya, kemauan dan latihan secara konsisten menjadi modal penting agar penyandang tunanetra mampu menguasai kemampuan membaca dan menulis.
“Kunci dasarnya adalah kemauan. Jangan takut merasa kesulitan di awal, sebab saat kita mau belajar secara konsisten, prosesnya pasti bisa dilewati,” pesan Nano dalam Program Ruang Disabilitas dan Inklusi Pro 1 RRI Ende, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurut Nano, dukungan keluarga juga menentukan keberlanjutan pendidikan anak tunanetra. Orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk bersekolah dan mengembangkan kemampuan, baik melalui Sekolah Luar Biasa (SLB) maupun sekolah umum yang menerapkan pendidikan inklusif.
Ia menilai keterbatasan fasilitas tidak seharusnya membuat penyandang tunanetra kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Sekolah, pemerintah, dan masyarakat perlu memastikan tersedianya sarana pembelajaran yang dapat diakses, termasuk perangkat dan bahan ajar Braille.
Selain Braille, Nano mendorong penyandang tunanetra menguasai teknologi digital yang memiliki fitur aksesibilitas. Kombinasi kemampuan membaca Braille dan pemanfaatan perangkat digital dapat memperluas akses terhadap informasi, pendidikan, serta berbagai peluang pengembangan diri.
Penguasaan literasi juga dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan diri penyandang tunanetra dalam menjalani kehidupan sosial. Kemampuan mengakses informasi secara mandiri dapat membantu mereka mengambil keputusan, mengembangkan keterampilan, dan memperjuangkan hak dalam berbagai bidang.
Nano berharap lingkungan sekitar tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menciptakan ruang yang mendorong penyandang tunanetra berkembang. Menurutnya, kesempatan belajar dan dukungan yang berkelanjutan menjadi bagian penting agar penyandang disabilitas dapat mencapai cita-cita dan berkontribusi di masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....