Pendidikan Braille Perlu Diperluas di Sekolah Inklusif

  • 28 Agt 2026 22:19 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Pendidikan Braille dinilai perlu diperluas ke sekolah reguler yang menerapkan pendidikan inklusif, tidak hanya diberikan di Sekolah Luar Biasa atau SLB. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah bagi siswa tunanetra.

Pengajar Braille, Yanuarius Melkiana Plero, mengatakan Braille dapat dipelajari siapa saja, termasuk siswa non-disabilitas dan masyarakat umum. Menurutnya, semakin banyak orang memahami sistem baca tulis Braille, semakin terbuka peluang terciptanya interaksi yang setara dengan penyandang tunanetra.

“Siswa di sekolah reguler yang merupakan sekolah inklusif sangat bisa mempelajari Braille. Kuncinya ada pada kemauan untuk belajar,” jelas Nano dalam Program Ruang Disabilitas dan Inklusi Pro 1 RRI Ende, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Menurut Nano, pengenalan Braille di sekolah reguler tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Pembelajaran tersebut juga dapat membantu siswa memahami kebutuhan teman tunanetra sekaligus mengurangi hambatan komunikasi di lingkungan sekolah.

Ia menilai sekolah reguler yang menerima peserta didik tunanetra perlu memiliki lingkungan pendukung agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara setara. Salah satunya melalui peningkatan pemahaman dasar mengenai Braille bagi guru maupun siswa.

Selain kemampuan sumber daya manusia, ketersediaan sarana belajar juga menjadi perhatian. Reglet dan stilus sebagai alat tulis Braille dinilai perlu lebih mudah tersedia di sekolah inklusi maupun perpustakaan publik.

Nano mendorong dinas pendidikan, tenaga pendidik, dan lembaga sosial memperkuat kerja sama untuk memperluas akses pembelajaran Braille. Dukungan dapat dilakukan melalui penyediaan alat, pelatihan dasar, serta pengenalan Braille dalam kegiatan pendidikan dan literasi masyarakat.

Ia menegaskan, Braille tidak semestinya dipandang sebagai keterampilan yang hanya dibutuhkan penyandang tunanetra. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mampu memahami Braille, semakin besar pula peluang membangun ruang pendidikan dan sosial yang inklusif bagi semua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....