Yanuarius Plero Perluas Literasi Braille bagi Tunanetra
- 28 Agt 2026 20:15 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Keterbatasan penglihatan sejak lahir tidak menghalangi Yanuarius Melkiana Plero atau Bang Nano menyebarkan literasi Braille bagi penyandang tunanetra. Dari Koting, Kabupaten Sikka, ia mendedikasikan diri mengajarkan kemampuan membaca dan menulis agar anak-anak tunanetra dapat mengakses pendidikan serta informasi secara mandiri.
Nano mengabdi sebagai pengajar huruf Braille di SLB Bakti Luhur Susteran Alma Maumere. Dengan pendampingan yang telaten, ia membantu anak-anak tunanetra mengenal Braille sejak dini sebagai bekal untuk belajar, berkomunikasi, dan mengembangkan kemandirian.
“Saya ingin ilmu yang saya miliki bisa dibagikan kepada teman-teman tunanetra lainnya. Braille ini sangat penting agar kami bisa mengakses pendidikan dan informasi sendiri,” ujar Nano saat menjadi narasumber Program Ruang Disabilitas dan Inklusi Pro 1 RRI Ende Sabtu,08 Agustus 2026.
Menurut Nano, kemampuan membaca dan menulis Braille memberikan kesempatan bagi penyandang tunanetra untuk memperoleh informasi tanpa sepenuhnya bergantung kepada orang lain. Karena itu, pengenalan Braille sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri dan kemandirian anak.
Di tengah aktivitas mengajar, Nano juga terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan perguruan tinggi secara daring di Universitas San Pedro Kupang. Kesibukan tersebut tidak mengurangi komitmennya untuk berbagi pengetahuan kepada sesama penyandang tunanetra.
Pengalaman sebagai penyandang tunanetra sekaligus pengajar membuat Nano memahami tantangan yang dihadapi anak-anak dalam mempelajari Braille. Ia berupaya menjadikan proses belajar lebih sabar dan bertahap agar peserta didik tidak merasa terbebani ketika mulai mengenal pola titik yang menjadi dasar sistem Braille.
Nano berharap literasi Braille dapat menjangkau lebih banyak anak tunanetra di Flores dan wilayah sekitarnya. Menurutnya, akses terhadap kemampuan membaca dan menulis merupakan salah satu fondasi penting agar penyandang disabilitas dapat memperoleh pendidikan dan berpartisipasi secara lebih mandiri dalam kehidupan sosial.
Dedikasi tersebut membuat Nano tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi contoh bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk terus belajar dan memberi manfaat. Ia ingin pengetahuan yang diperoleh terus diwariskan kepada generasi tunanetra berikutnya melalui pendidikan yang inklusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....