Caritas Indonesia Ajak Penyintas Aeramo Bangkit, Bukan Sekadar Bertahan
- 28 Agt 2026 11:56 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Nagekeo- Pos Pengungsian Terpadu Aeramo, Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, tidak hanya menyediakan kebutuhan dasar bagi penyintas bencana, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan. Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Fredy Rante Taruk, Pr., saat launching Pos Pengungsian Terpadu Aeramo, Kamis 27 Agustus 2026.
Fredy mengatakan Caritas Indonesia sebagai organisasi kemanusiaan resmi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) hadir mendampingi masyarakat terdampak melalui kerja sama dengan empat keuskupan di Flores, yakni Keuskupan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Agung Ende, dan Keuskupan Maumere. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memperkuat kehidupan masyarakat agar dapat kembali memperoleh kesejahteraan dan martabat.
Ia menjelaskan Pos Pengungsian Terpadu Aeramo diinisiasi Caritas Indonesia bersama KKPPMP Keuskupan Agung Ende dan Justice and Peace OFM, dengan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pusat layanan ini memberikan pendampingan kepada penyintas melalui berbagai bentuk pelayanan sesuai kebutuhan di lokasi pengungsian.
"Kami memahami penuh situasi yang dihadapi ketika saya juga berjumpa saudara-saudari di dalam tenda, saudara-saudari di tempat pengungsian, dan saudara-saudari dalam keadaan sakit dan ketakutan," kata Fredy.
Menurutnya, Caritas Indonesia bersama keuskupan-keuskupan telah mengirim relawan, tenaga dokter, tenaga psikososial, logistik, serta menyalurkan bantuan untuk menjangkau masyarakat terdampak di berbagai lokasi. Pelayanan tersebut bersifat terbuka dan inklusif karena setiap masyarakat yang mengalami kesulitan memiliki hak untuk mendapatkan perhatian dan bantuan.
Fredy menekankan penanganan bencana bukan hanya mengenai distribusi bantuan, makanan, maupun tenda, tetapi juga tentang membangun kehidupan bersama. Ia mencontohkan keterlibatan orang muda Katolik dan remaja masjid dalam menyiapkan makanan di dapur umum sebagai bentuk solidaritas masyarakat di tengah kondisi sulit.
"Ini bukan tentang bantuan saja, bukan tentang makanan saja, bukan tentang tenda, tetapi tentang kehidupan. Tentang kebersamaan untuk saling meringankan dan bersama-sama bangkit," ujarnya.
Ia meminta dukungan BNPB, pemerintah daerah, gereja, paroki, serta masyarakat untuk terus memperkuat pelayanan di Pos Pengungsian Terpadu Aeramo. Menurutnya, Caritas Indonesia dan gereja hadir untuk menemani pemerintah dalam meringankan beban masyarakat, sementara tanggung jawab penanganan penyintas merupakan tanggung jawab bersama.
Fredy berharap seluruh pihak terus memperkuat kerja sama dan solidaritas agar penyintas di Nagekeo mendapatkan pelayanan yang baik serta dapat melewati masa sulit hingga tahap pemulihan. Ia mengajak masyarakat tetap bersatu dan tangguh dengan semangat bersama untuk membangkitkan kembali kehidupan di Nusa Tenggara Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....