PKK Sikka Salurkan Bantuan untuk 106 Porter Pelabuhan L. Say Maumere
- 28 Agt 2026 22:33 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Sebanyak 106 paket bantuan disalurkan kepada buruh darat atau porter di Pelabuhan L. Say Maumere, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Kamis 27 Agustus 2026. Bantuan tersebut menyasar kelompok pekerja yang belum memperoleh bantuan pascagempa bumi tektonik yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Paket bantuan berisi sembako, kebutuhan mandi, serta kebutuhan dasar lainnya. Penyaluran dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, setelah mendapat informasi bahwa para porter belum tersentuh distribusi bantuan
Fista mengatakan penyaluran bantuan dilakukan dengan menyisir kelompok masyarakat yang belum memperoleh bantuan. Menurutnya, seluruh masyarakat terdampak gempa membutuhkan perhatian, namun kelompok yang belum menerima bantuan perlu segera dijangkau
“Yang terdampak tentu kita semuanya. Tetapi kami harus mencari komunitas atau masyarakat yang belum sama sekali mendapatkan bantuan,” kata Fista.
Sejak gempa bumi tektonik mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, Fista bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, TK Nasda Kabupaten Sikka, dan Tim Penggerak PKK Provinsi NTT telah mengunjungi lebih dari 20 titik terdampak. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyalurkan bantuan sekaligus melihat langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.
Menurut Fista, penanganan bantuan saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan logistik. Pemerataan distribusi menjadi perhatian agar bantuan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang belum memperoleh dukungan.
“Bantuan kita sudah cukup banyak. Tinggal bagaimana mendistribusikannya ke tempat-tempat sesuai sasaran sehingga semua merata,” ujarnya.
Informasi mengenai buruh porter yang belum menerima bantuan membuat Fista mengubah agenda kunjungannya pada hari itu. Ia sebelumnya berencana mengunjungi sejumlah tenaga kesehatan, namun memilih mendatangi para buruh darat di Pelabuhan L. Say Maumere.
Ketua Buruh Darat Pelabuhan L. Say Maumere, Mikael Rikardus Sengi, mengatakan para buruh tetap menjalankan aktivitas bongkar muat sejak gempa terjadi. Selain melayani aktivitas pelabuhan dan menjaga barang penumpang, para buruh juga membantu proses bongkar muat bantuan kemanusiaan dari luar daerah.
Menurut Mikael, bantuan kemanusiaan yang masuk melalui pelabuhan ditangani para buruh dengan semangat solidaritas terhadap warga terdampak. Para pekerja bahkan tidak mematok harga untuk pekerjaan bongkar muat bantuan, dan sebagian memilih tidak meminta imbalan.
“Karena ini bantuan kemanusiaan, kami tidak mematok harga. Bahkan ada buruh yang tidak meminta imbalan,” katanya.
Fista menyatakan penyaluran bantuan akan terus dilakukan hingga berakhirnya masa tanggap darurat pada Jumat 28 Agustus 2026. Penyaluran 106 paket bantuan kepada para porter menjadi bagian dari upaya menjangkau kelompok pekerja yang belum tersentuh distribusi bantuan serta memastikan bantuan pascagempa diterima sesuai sasaran dan kebutuhan di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....