Usai Gempa, Polres Ende Bawa Sembako dan Trauma Healing ke Demulaka
- 27 Agt 2026 18:14 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Kepolisian Resor Ende menyalurkan bantuan sembako sekaligus memberikan layanan trauma healing kepada warga terdampak gempa. Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung di Dusun Keudoa, Desa Demulaka, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende, Kamis 27 Agustus 2026 sore.
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata memimpin langsung kegiatan bersama Pamatwil Kabidkum Polda NTT dan sejumlah personel kepolisian. Mereka datang membawa bantuan pangan, pelayanan kesehatan, serta pendampingan psikologis bagi warga yang masih mengalami kecemasan pascagempa.
Sejak pukul 14.45 Wita, anak-anak di Keudoa mengikuti permainan edukatif bersama tim psikologi kepolisian dengan suasana ceria.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk membantu anak mengelola ketakutan sekaligus memulihkan kondisi emosional setelah mengalami guncangan gempa.
Tim trauma healing dipimpin Kabag Psikologi Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan bersama psikolog dari Polda Jawa Timur.
Kegiatan juga melibatkan empat personel psikologi Polda Jawa Timur serta dua konselor Polres Ende dalam pendampingan warga.
Kapolres Ende mengatakan sebagian warga masih khawatir tinggal di rumah meskipun gempa utama telah berlalu selama empat belas hari. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendampingan agar masyarakat kembali merasa aman menjalani aktivitas sehari-hari.
"Kami fokus memberikan imbauan dan edukasi agar masyarakat tenang, tidak panik, serta merasa aman kembali tinggal," kata Yudhi.
Ia menyebut gempa susulan berskala kecil telah jauh berkurang sehingga masyarakat diimbau tidak diliputi kecemasan berlebihan.
Selain trauma healing, kepolisian menyalurkan bantuan sembako dari Ibu Kapolri untuk masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi. Sebanyak 1.000 paket sembako disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga di sejumlah wilayah terdampak Kabupaten Ende.
Penyaluran bantuan tersebut mencakup 443 paket untuk Kecamatan Wewaria serta 500 paket bagi Kecamatan Wolowaru dan Maurole.
Sementara itu, sebanyak 50 paket lainnya diserahkan kepada masyarakat Desa Demulaka, Kecamatan Ndona Timur.
Pelayanan kesehatan turut diberikan kepada warga melalui Tim Dokkes Polres Ende yang hadir bersama tim pendukung kepolisian.
Dukungan tersebut berasal dari Polda Jawa Timur, Polda Nusa Tenggara Barat, dan Polda Bali selama kegiatan berlangsung.
Pendampingan dilakukan bersama jajaran Polsek, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat untuk memastikan kebutuhan warga tertangani.
Koordinasi lintas unsur tersebut diarahkan untuk mempercepat pemulihan psikologis sekaligus menjaga kondisi masyarakat tetap kondusif.
Robertus Lima, warga Dusun Keudoa, mengapresiasi bantuan sembako yang diberikan kepolisian kepada masyarakat terdampak gempa bumi. Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran kepolisian karena bantuan tersebut dinilai membantu memenuhi kebutuhan warga setelah bencana.
Kehadiran petugas di tengah warga tidak hanya menghadirkan bantuan pangan, tetapi juga ruang aman bagi anak-anak bermain kembali.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membantu masyarakat melewati fase pemulihan setelah bencana.
Kapolres Ende berharap warga kembali beraktivitas normal tanpa ketakutan berlebihan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Ia menegaskan Polres Ende bersama seluruh unsur terkait akan terus mendampingi masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 16.15 Wita dalam kondisi aman, lancar, dan kondusif di Desa Demulaka. Bagi warga, bantuan sembako dan pendampingan psikologis menjadi dukungan nyata untuk menata kembali kehidupan setelah gempa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....