Satgas TNI AU Sisir Pelosok Ende, Salurkan Bantuan Kepada Warga Terdampak Gempa

  • 26 Agt 2026 18:35 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Memasuki hari ke-11 pascagempa Flores, Satgas Udara TNI AU terus menyisir pelosok Ende untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Upaya tersebut menyasar wilayah sulit dijangkau, setelah pendataan menemukan warga yang belum memperoleh bantuan secara memadai hingga kini.

Perjalanan menuju pesisir selatan Ende dilakukan untuk memastikan distribusi logistik tidak hanya terkonsentrasi di wilayah mudah dijangkau sebelumnya. Selain sembako, prajurit memberikan pemeriksaan kesehatan gratis dan trauma healing bagi anak-anak untuk membantu memulihkan rasa aman mereka.

Kampung Ngalupolo, Desa Ngalupolo, menjadi salah satu sasaran setelah tim menemukan kebutuhan warga masih belum terpenuhi secara layak. Kedatangan prajurit mengubah suasana kampung, ketika anak-anak menyambut mereka dengan tepuk tangan dan nyanyian lagu perjuangan penuh semangat.

Dansubsatgas Udara, Ende Mayor Kum. Dimas Hendradi mengatakan penyaluran bantuan merupakan tindak lanjut pemetaan personel di lapangan tersebut. Pemetaan dilakukan untuk mengetahui kondisi masyarakat dan menentukan lokasi yang belum tersentuh bantuan setelah gempa mengguncang wilayah Flores.

"Dari hasil pendataan, tim kemudian membawa paket sembako dan mendatangi warga secara langsung untuk mempercepat penyaluran bantuan tersebut. Pelayanan kesehatan diberikan bersamaan agar keluhan warga dapat diperiksa, terutama mereka yang membutuhkan penanganan setelah bencana secara langsung." katanya.

Anak-anak Ngalupolo mengikuti trauma healing melalui permainan, nyanyian, dan interaksi bersama prajurit dalam suasana yang lebih ringan bersahabat. Kegiatan itu diarahkan untuk mengurangi ketakutan sekaligus membantu anak-anak memulihkan rasa percaya diri setelah mengalami guncangan akibat gempa.

Menurut Dimas, bantuan tidak berhenti pada kebutuhan material karena dukungan moril diperlukan agar warga segera bangkit dari bencana. Ia menilai pendampingan psikologis bagi anak-anak penting karena pengalaman bencana dapat meninggalkan rasa takut dalam waktu panjang tertentu.

Satgas Udara TNI AU memastikan penyaluran bantuan berlanjut beberapa hari mendatang berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi di lapangan terbaru. Wilayah lain yang masih kekurangan bantuan akan menjadi sasaran berikutnya setelah tim memperbarui data kondisi masyarakat terdampak setempat.

Langkah menyisir daerah terpencil dilakukan agar distribusi tidak berhenti pada pusat pengungsian atau kawasan dengan akses mudah saja. Medan dan akses yang terbatas menjadi tantangan tersendiri, tetapi prajurit tetap bergerak mengikuti hasil pemetaan kebutuhan warga terbaru.

Kehadiran prajurit di Ngalupolo juga memberi ruang interaksi langsung bagi warga yang masih menghadapi tekanan pascabencana hingga kini. Bagi anak-anak, permainan dan nyanyian menjadi cara sederhana untuk membangun kembali keberanian serta mengurangi ketegangan setelah gempa terjadi.

"Paket sembako yang dibawa prajurit ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama proses pemulihan masih berlangsung. Pemeriksaan kesehatan sekaligus membantu petugas mengenali keluhan warga yang membutuhkan tindak lanjut selama masa tanggap darurat berlangsung." ujar Dimas.

Satgas terus mengandalkan data lapangan untuk menentukan prioritas, sehingga bantuan dapat diarahkan kepada warga yang paling membutuhkan segera. Pendekatan tersebut membuat distribusi lebih terarah sekaligus membuka peluang bagi petugas menemukan kebutuhan lain yang belum terlaporkan sebelumnya.

Di tengah pemulihan, warga Ngalupolo tidak hanya menerima logistik, tetapi juga layanan kesehatan dan pendampingan bagi anak-anak setempat. Rangkaian layanan itu menunjukkan penanganan pascagempa mulai bergerak dari sekadar distribusi barang menuju pemulihan warga secara menyeluruh bertahap.

Satgas Udara TNI AU akan melanjutkan penyisiran selama kebutuhan masih ditemukan, dengan sasaran ditentukan berdasarkan pembaruan data lapangan. Bagi masyarakat terdampak, langkah tersebut menjadi pengingat bahwa bantuan terus diarahkan ke wilayah yang belum terjangkau secara merata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....