PDI Perjuangan Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Watuliwung
- 26 Agt 2026 12:09 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Sejumlah warga terdampak gempa bumi tektonik di Kampung Watuliwung, Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, masih bertahan di pengungsian. Kondisi tersebut mendorong PDI Perjuangan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada warga pada Senin, 24 Agustus 2026 malam.
Bantuan diserahkan Lusia Adinda Lebu Raya dan Emanuel Kolfidus, didampingi Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka, Tesa Nurak. Logistik yang diberikan berupa beras, telur ayam, popok bayi, dan pembalut untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus kelompok rentan.
Penyaluran bantuan dilakukan ketika sebagian warga belum dapat kembali ke rumah setelah gempa mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Selama pengungsi masih bertahan di lokasi penampungan, kebutuhan dasar dinilai perlu dipenuhi secara berkelanjutan.
Selain bantuan logistik, PDI Perjuangan menyoroti kebutuhan pelayanan kesehatan bagi korban gempa, terutama mereka yang mengalami luka berat. Emanuel Kolfidus meminta penanganan medis dilakukan cepat dengan dukungan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai.
“Salah satu prioritas utama saat ini adalah aspek kesehatan. Saudara-saudara kita yang mengalami luka berat harus mendapatkan pengobatan terbaik dan ditangani secara cepat,” kata Emanuel.
Ia juga meminta otoritas terkait memastikan ketersediaan peralatan medis serta mengerahkan dokter dan tenaga kesehatan dalam jumlah yang cukup. Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi penting agar korban luka berat tidak mengalami keterlambatan dalam memperoleh pelayanan medis.
Bantuan popok bayi dan pembalut menunjukkan bahwa kebutuhan pengungsi tidak hanya berkaitan dengan bahan pangan. Kelompok seperti bayi, perempuan, lansia, penyandang disabilitas, dan warga rentan lainnya membutuhkan dukungan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Karena itu, distribusi bantuan perlu diikuti pemutakhiran data pengungsi dan pemetaan kebutuhan di setiap lokasi. Langkah tersebut diperlukan agar bantuan yang diberikan tidak sekadar tersedia, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Bagi warga Watuliwung, bantuan yang diterima menjadi bagian dari dukungan selama mereka masih berada di pengungsian. Namun, pemenuhan kebutuhan tidak berhenti pada satu kali penyaluran karena proses pemulihan masih berlangsung.
Selama warga belum dapat kembali ke rumah dengan aman, kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, serta perlindungan kelompok rentan tetap menjadi perhatian. Penanganan pascagempa membutuhkan pemantauan berkelanjutan agar dukungan yang diberikan tetap sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....