Kapolda NTT Sambangi Bayi yang Lahir saat Bencana Gempa Bumi di RSUD Aeramo
- 26 Agt 2026 05:25 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Nagekeo - Di tengah kepanikan akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 SR, sebuah kabar bahagia hadir dari ruang bersalin RSUD Aeramo, Nagekeo. Seorang bayi lahir pada 15 Agustus 2026, saat gempa mengguncang wilayah tersebut, kemudian diberi nama Gempita oleh keluarganya.
Kelahiran Gempita menjadi perhatian khusus Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko ketika mengunjungi langsung RSUD Aeramo pascagempa.Kapolda melihat langsung kondisi bayi tersebut sekaligus menyampaikan doa agar Gempita tumbuh sehat dan menjadi simbol harapan bagi masyarakat.
Gempita merupakan anak pasangan Marianus Doya dan Maria Florida Kelen, warga Pisa, Kelurahan Dhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Kelahirannya pada hari gempa menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga, sekaligus cerita berbeda di tengah suasana duka masyarakat Nagekeo setempat.
Di ruang perawatan, Kapolda NTT menyapa Gempita dengan penuh perhatian serta memberikan dukungan langsung kepada keluarga bayi tersebut. Menurut Kapolda, kelahiran Gempita menunjukkan bahwa kehidupan terus berjalan meski masyarakat Nagekeo sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Kapolda juga mengapresiasi tenaga kesehatan RSUD Aeramo yang tetap sigap memberikan pelayanan medis kepada masyarakat selama kondisi darurat. Menurutnya, kesiapsiagaan tenaga kesehatan sangat penting untuk memastikan kebutuhan medis masyarakat tetap terpenuhi, termasuk bagi ibu dan bayi.
Kapolda menilai kehadiran Polri dalam penanganan bencana tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan perlindungan dan dukungan kemanusiaan. Kunjungan tersebut turut didampingi Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal dan sejumlah pejabat utama Polda NTT serta Kapolres Nagekeo.
Kapolda menegaskan pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus tetap berjalan meskipun fasilitas dan kondisi lapangan turut terdampak bencana saat ini. Para tenaga kesehatan RSUD Aeramo terus menjalankan tugas pelayanan dengan sigap untuk menangani kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.
Di tengah puing dan kepanikan, nama Gempita kemudian menjadi simbol sederhana tentang semangat kehidupan yang tidak boleh padam. Bayi tersebut hadir ketika bumi berguncang, tetapi kelahirannya membawa pesan bahwa harapan tetap tumbuh setelah bencana besar melanda.
Kisah kelahiran Gempita juga menjadi pengingat bahwa harapan dapat muncul dari tempat sederhana, bahkan ketika masyarakat menghadapi masa sulit. Bagi keluarga, kehadiran Gempita menjadi kebahagiaan yang menguatkan mereka menghadapi situasi pascagempa yang belum sepenuhnya kembali normal seperti semula.
Kapolda berharap Gempita tumbuh sehat dan kelak menjadi bagian dari generasi yang ikut membangun kembali Kabupaten Nagekeo secara bersama. Kunjungan Kapolda sekaligus memperlihatkan perhatian aparat terhadap pelayanan publik serta kebutuhan kemanusiaan selama penanganan bencana berlangsung di Nagekeo.
Di tengah ujian yang masih dihadapi masyarakat, Gempita hadir membawa cerita tentang kehidupan, kebahagiaan, dan keberanian untuk bangkit. Kelahirannya pada hari gempa menjadi pesan kuat bahwa setelah guncangan berlalu, kehidupan dan harapan tetap memiliki ruang untuk tumbuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....