BP3MI NTT: Pasar Kerja Global Tak Lagi Cukup Mengandalkan Ijazah

  • 25 Agt 2026 10:52 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia atau BP3MI Nusa Tenggara Timur menilai calon pekerja migran perlu memiliki kompetensi selain ijazah.
  • Kepala BP3MI Provinsi NTT, Suratmi Hamida, mengatakan pasar kerja saat ini tidak hanya melihat latar belakang pendidikan.
  • Pelatihan tersebut mencakup keterampilan hospitality dan perawat lansia sesuai negara penempatan dan minat peserta.
  • Daerah dengan peminat yang cukup banyak antara lain Belu, Malaka, Ende, Flores Timur dan Lembata.
  • Dengan keterampilan yang sesuai, pekerja migran diharapkan dapat memiliki peluang kerja dan kondisi ekonomi yang lebih baik.

RRI.CO.ID, Ende – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia atau BP3MI Nusa Tenggara Timur menilai calon pekerja migran perlu memiliki kompetensi selain ijazah. Keterampilan menjadi salah satu modal penting untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar kerja global.

Kepala BP3MI Provinsi NTT, Suratmi Hamida, mengatakan pasar kerja saat ini tidak hanya melihat latar belakang pendidikan. Dunia kerja juga membutuhkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan negara dan sektor penempatan.

Menurut Suratmi, pelatihan peningkatan kapasitas CPMI menjadi salah satu upaya menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. "Peserta akan mendapatkan pelatihan keterampilan selama sekitar 90 hari atau tiga bulan", ujarnya saat wawancara bersama Pro 1 RRI Ende pada Kamis 13 Agustus 2026.

Pelatihan tersebut mencakup keterampilan hospitality dan perawat lansia sesuai negara penempatan dan minat peserta. Program peningkatan kapasitas itu diberikan secara gratis kepada peserta.

Suratmi mengatakan minat masyarakat NTT mengikuti program tersebut cukup tinggi. Dari sekitar 220 peserta yang melakukan pendaftaran ulang pada tahap awal, sekitar 90 persen di antaranya merupakan lulusan sarjana.

Ia menyebut peserta berasal dari berbagai wilayah di NTT. Daerah dengan peminat yang cukup banyak antara lain Belu, Malaka, Ende, Flores Timur dan Lembata.

Menurutnya, peningkatan kompetensi penting dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja formal di luar negeri. Dengan keterampilan yang sesuai, pekerja migran diharapkan dapat memiliki peluang kerja dan kondisi ekonomi yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....