Malam Solidaritas Peduli Gempa Flores, Gubernur Melki: NTT Satu Keluarga
- 25 Agt 2026 11:00 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende — Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin Malam Solidaritas Peduli Gempa Flores bertema “Yang Tertusuk Padamu, Berdarah Padaku” di Area Pameran Hotel Harper Kupang, Senin, 24 Agsutus 2026. Kegiatan yang dirangkaikan dengan penutupan Pameran Pembangunan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat persaudaraan, kepedulian dan gotong royong setelah gempa mengguncang Flores.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan solidaritas terhadap masyarakat terdampak gempa tidak cukup hanya dengan rasa prihatin, tetapi harus diwujudkan melalui bantuan dan dukungan nyata. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi sosial, relawan, pelaku UMKM, seniman, komunitas dan seluruh masyarakat yang telah bergerak membantu warga terdampak.
“Di tengah suasana duka yang dialami saudara-saudara kita di Flores, kita memilih untuk tidak hanya bersimpati, tetapi juga bergerak bersama, bergandengan tangan, dan memberikan dukungan nyata,” ujarnya.
Semangat kepedulian tersebut berjalan beriringan dengan geliat ekonomi selama 10 hari Pameran Pembangunan. Kepala Dinas Kominfo NTT Adi E. Mandala melaporkan, sebanyak 615 UMKM berpartisipasi dan hingga hari kesembilan tercatat 112.342 pengunjung, dengan total transaksi atau pengeluaran mencapai Rp5,36 miliar.
Menurut Gubernur Melki, capaian tersebut menunjukkan ketangguhan masyarakat NTT. “Ekonomi boleh terus bergerak, tetapi kepedulian harus tetap hidup. Kita bangkit bersama, kita peduli bersama, dan kita pulih bersama,” katanya.
Bagi Gubernur Melki, Malam Solidaritas Peduli Gempa Flores bukan sekadar penutup pameran, melainkan simbol bahwa pembangunan harus berjalan bersama dengan kepedulian sosial. Ia berharap seluruh dukungan yang diberikan dapat memperkuat masyarakat Flores melewati masa tanggap darurat sekaligus menjadi bekal menuju proses pemulihan.
Menurutnya, bencana menjadi ujian bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar tidak ada warga terdampak yang merasa menghadapi musibah seorang diri. Menutup sambutannya, Gubernur Melki mengutip larik penyair Sutardji Calzoum Bachri, “Yang tertusuk padamu, berdarah padaku.
” Pesan tersebut, katanya, menggambarkan eratnya persaudaraan masyarakat NTT. Rasa sakit yang dialami saudara-saudari kita di Flores adalah luka kita bersama. Sebab NTT adalah satu keluarga,” ujarnya.
Malam solidaritas itu turut dihadiri Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni, Plh. Sekda NTT Yohanes Otovianus, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, pelaku UMKM dan insan pers.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....