Gempa Flores, 100 Orang meninggal Dunia dan Ratusan Ribu Mengungsi

  • 25 Agt 2026 11:11 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Korban meninggal akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 100 orang hingga Senin, 24 Agustus 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mencatat 1.603 orang luka-luka dan 180.327 warga masih mengungsi.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, jumlah korban meninggal bertambah setelah sejumlah warga yang sebelumnya mengalami luka berat tidak berhasil diselamatkan. Para korban sempat menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Menurut Suharyanto, pada hari pertama dan kedua pascagempa tercatat 48 orang meninggal dunia. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 100 orang seiring bertambahnya korban luka berat yang tidak dapat diselamatkan.

Dampak gempa juga terlihat dari kerusakan bangunan yang meluas di sejumlah wilayah terdampak. BNPB mencatat 73.818 rumah rusak, terdiri atas 23.276 rumah rusak berat, 17.563 rusak sedang, dan 32.979 rusak ringan.

Kerusakan rumah membuat sebagian warga kehilangan tempat tinggal dan bertahan di lokasi pengungsian. Warga yang rumahnya tidak rusak atau hanya mengalami kerusakan ringan juga masih memilih mengungsi karena khawatir terhadap gempa susulan.

Selain rumah, sebanyak 1.915 fasilitas umum turut terdampak, termasuk sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan dan fasilitas publik lainnya. Kondisi tersebut menambah kebutuhan penanganan di tengah masih berlangsungnya masa tanggap darurat bencana.

Aktivitas gempa susulan menjadi salah satu alasan warga belum berani kembali ke rumah. Berdasarkan laporan BMKG hingga Senin pagi, tercatat 6.409 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1.

Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 33 kejadian memiliki magnitudo 5 atau lebih, sementara 139 gempa dirasakan oleh masyarakat. Suharyanto mengatakan kondisi itu membuat warga masih takut berada di dalam rumah hingga hari kedelapan pascagempa.

Meski demikian, aktivitas gempa dalam dua hari terakhir mulai menunjukkan penurunan. Dalam 24 jam terakhir, hanya satu gempa susulan yang dilaporkan dirasakan masyarakat, namun BMKG masih memperkirakan aktivitas gempa susulan dapat berlangsung selama tiga hingga empat minggu.

BNPB menegaskan data korban, kerusakan dan pengungsian masih bersifat sementara karena pendataan terus dilakukan secara berjenjang. Proses tersebut dimulai dari tingkat kampung, RT, desa, kecamatan hingga kabupaten untuk memastikan data yang dihimpun secara nasional lebih akurat.

Dengan 100 korban meninggal, 1.603 orang luka-luka, 180.327 warga mengungsi dan 73.818 rumah rusak, penanganan dampak gempa Flores masih menghadapi kebutuhan besar. Pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, penanganan korban luka, pendataan kerusakan serta pemulihan rumah dan fasilitas umum menjadi pekerjaan lanjutan setelah fase awal tanggap darurat

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....