Giniva Buktikan Belajar Mandiri Bisa Tembus OSN
- 25 Agt 2026 11:14 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Ketertarikan pada kimia sejak kelas 10 mengantarkan Giniva Astima Uwi, peserta didik SMAK Negeri Ende St. Thomas Morus, mewakili Nusa Tenggara Timur dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kimia. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kemauan belajar dan keberanian mencoba dapat membuka peluang bagi pelajar di daerah untuk bersaing di tingkat nasional.
Giniva merupakan salah satu peserta OSN yang dipilih sekolah setelah guru mata pelajaran kimia melihat potensi akademiknya. Saat itu, ia masih kelas 10 dan belum memiliki pengalaman mengikuti OSN, namun prestasi akademik serta sikap positifnya menjadi pertimbangan sekolah untuk memberinya kesempatan.
Dalam wawancara program Generasi Prestasi, Jumat, 14 Agustus 2026, Giniva mengaku mulai menyukai kimia ketika pertama kali mempelajarinya di SMA. Ketertarikan itu kemudian mendorongnya mengikuti OSN, meski harus menghadapi tantangan seperti begadang, rasa kantuk, kesulitan menghafal rumus, hingga kejenuhan selama persiapan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Giniva mengembangkan pola belajar mandiri dengan memanfaatkan sumber belajar digital. “Ketika saya mendengar di YouTube, saya merangkum kembali, kemudian mencari soal-soal di Google dan mengerjakannya,” ujarnya.
Persiapan OSN berlangsung sekitar empat bulan, sejak pendaftaran pada akhir Februari hingga pelaksanaan tahapan kompetisi pada Juni. Selain mendapatkan pendampingan dari guru pembimbing, Giniva memperkuat kemampuan melalui belajar mandiri sehingga waktu di luar sekolah tetap dapat dimanfaatkan untuk berlatih.
Panitia OSN SMAK Negeri Ende St. Thomas Morus, Citra Girsang, S.Pd., menilai kemauan dari dalam diri peserta menjadi faktor penting dalam menghadapi kompetisi. Menurutnya, waktu belajar di sekolah terbatas karena peserta juga harus mengikuti berbagai mata pelajaran, sehingga inisiatif belajar secara mandiri sangat menentukan hasil.
Citra juga mendorong peserta didik memanfaatkan kompetisi sebagai investasi pendidikan. Prestasi dan sertifikat perlombaan, menurutnya, dapat menjadi salah satu bekal untuk membuka peluang pendidikan tinggi melalui jalur prestasi.
Giniva kini masih menunggu pengumuman untuk peluang melanjutkan ke tahap berikutnya. Ia berpesan kepada pelajar agar tidak membatasi kemampuan sebelum mencoba, karena menurutnya kepandaian dapat dibangun melalui proses belajar yang konsisten.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....