Kemenag Mabar Salurkan Bantuan untuk Biara Terdampak Gempa
- 24 Agt 2026 15:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat bergerak cepat memberikan bantuan tanggap darurat kepada Biara Susteran KSSY Gorontalo, Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, Senin, 24 Agustus 2026. Bantuan berupa paket sembako tersebut disalurkan menyusul laporan kerusakan bangunan biara akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung Kepala Kantor Kemenag Manggarai Barat, Fransiskus Xaverius Adi, bersama jajaran, termasuk Kasubbag Tata Usaha, Kepala Seksi Pendidikan Islam, Kepala Seksi Urusan Agama Katolik, dan Penyelenggara Kristen. Selain menyerahkan bantuan, rombongan juga melakukan monitoring langsung untuk melihat kondisi fasilitas biara dan memetakan tingkat kerusakan yang terjadi.
Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah kerusakan cukup berat pada bangunan biara. Hampir seluruh plafon gedung mengalami ambruk, sebagian dinding runtuh, serta terdapat kerusakan pada sambungan antara tiang utama dan tembok bangunan yang mengalami pecah atau terbelah. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu aktivitas pelayanan para suster sekaligus berpotensi membahayakan keselamatan penghuni.
Fransiskus Xaverius Adi mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah sekaligus langkah awal dalam penanganan kondisi darurat. Ia menegaskan Kemenag Manggarai Barat akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendorong rehabilitasi fasilitas biara agar aktivitas pelayanan keagamaan dapat kembali berlangsung dengan aman.
Sementara itu, Pimpinan Biara Susteran KSSY Gorontalo, Suster Felis, menyampaikan terima kasih atas respons cepat dan perhatian Kemenag yang dinilai memberikan penguatan serta harapan bagi para suster di tengah situasi sulit. Kunjungan dan penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag Manggarai Barat untuk memastikan lembaga keagamaan yang terdampak gempa tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa pemulihan.
Selain memenuhi kebutuhan darurat, pemetaan kerusakan diharapkan menjadi dasar bagi penanganan lanjutan sehingga fasilitas pelayanan umat dapat segera dipulihkan dan digunakan kembali secara aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....