Bupati Sikka Serahkan Santunan Duka Korban Gempa

  • 24 Agt 2026 16:11 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Bola dan Hewokloang, Sabtu 22 Agustus 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi warga sekaligus menyerahkan santunan duka kepada keluarga korban meninggal akibat gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Di Dusun Wolokoli, Kecamatan Bola, Juventus mewakili Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menyerahkan santunan duka wafat sebesar Rp15 juta kepada keluarga almarhumah Mama Sophia. Mama Sophia meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi.

Santunan diserahkan secara simbolis kepada keluarga korban disertai penyampaian belasungkawa dari pemerintah. Juventus memastikan pemerintah tetap memberikan perhatian kepada keluarga korban maupun masyarakat yang masih terdampak bencana.

“Pemerintah hadir dan akan terus bersama masyarakat. Kami ingin memastikan keluarga korban maupun warga terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan dalam masa sulit ini,” ujar Juventus.

Usai mengunjungi Dusun Wolokoli, Bupati Sikka melanjutkan pemantauan ke sejumlah titik pengungsian di Desa Hokor dan Dusun Krado, Kecamatan Bola, serta Dusun Watudenak, Kecamatan Hewokloang. Dalam dialog langsung, warga menyampaikan kebutuhan mendesak yang masih mereka hadapi, terutama air bersih dan obat-obatan.

Juventus mengatakan seluruh keluhan warga telah dicatat untuk segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. “Semua keluhan sudah kami catat, kebutuhan air bersih dan obat-obatan akan menjadi prioritas penanganan dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Menurutnya, air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama selama warga bertahan di pengungsian, sementara obat-obatan diperlukan untuk menunjang pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat. Pemerintah Kabupaten Sikka terus mengoordinasikan pemenuhan kebutuhan tersebut bersama BPBD, TNI-Polri, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan.

Koordinasi penanganan meliputi distribusi logistik, penyediaan air bersih, pelayanan kesehatan dan pendataan warga terdampak di berbagai lokasi pengungsian. Pemerintah juga melakukan pemantauan secara langsung untuk memastikan kebutuhan warga yang belum terpenuhi dapat segera ditangani.

Sejumlah warga masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan atau belum dinyatakan aman untuk ditempati kembali setelah gempa. Selama masa tanggap darurat, pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak di lokasi pengungsian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....