Jembatan Dampek Segera Normal, Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur

  • 23 Agt 2026 18:45 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mempercepat penanganan dan perbaikan infrastruktur yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Salah satu infrastruktur yang mengalami kerusakan adalah jalan dan Jembatan Dampek pada ruas Jalan Provinsi Reo–Dampek–Pota, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Kerusakan berupa retakan pada bagian oprit jembatan sempat mengganggu kelancaran akses masyarakat di jalur tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT Benyamin Nahak mengatakan perbaikan jalan dan Jembatan Dampek dilakukan secara bersama-sama oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT dan Dinas PUPR Provinsi NTT.

Penanganan tersebut juga mendapat dukungan dari mitra kerja, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. “Perbaikan retakan oprit Jembatan Dampek sudah kita laksanakan, saat ini pekerjaan terus dipercepat dan ditargetkan pada 23 Agustus 2026 besok, jalan dan jembatan pada ruas jalan provinsi ini sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan umum,” kata Benyamin, Sabtu 22 Agustus 2026.

Percepatan perbaikan infrastruktur tersebut dilakukan setelah adanya arahan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena untuk segera memulihkan akses transportasi yang terdampak gempa. Arahan itu disampaikan setelah Gubernur Melki bersama Wakil Presiden mengunjungi wilayah Dampek dan memantau langsung kondisi infrastruktur serta masyarakat terdampak.

“Kami mendapat arahan langsung dari Bapak Gubernur Melki Laka Lena setelah kemarin beliau bersama Wapres mengunjungi wilayah Dampek dan kami langsung segera menindaklanjuti arahan beliau,” ujar Benyamin. Menurutnya, percepatan perbaikan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memastikan akses masyarakat kembali normal setelah bencana.

Gubernur Melki juga mendorong agar penanganan pascagempa tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi mencakup pemulihan infrastruktur vital. Jalan dan jembatan menjadi prioritas karena berfungsi sebagai jalur utama mobilitas masyarakat sekaligus akses distribusi bantuan dan logistik ke berbagai wilayah terdampak.

Dengan percepatan pekerjaan tersebut, Jembatan Dampek ditargetkan kembali dapat dilalui kendaraan umum pada 23 Agustus 2026. Pemulihan akses ini diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang masih membutuhkan penanganan pascagempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....