Nutrisi Penting bagi Penyintas Gempa di Pengungsian

  • 23 Agt 2026 13:25 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Pemenuhan kebutuhan makanan bergizi menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi fisik dan mendukung pemulihan penyintas gempa selama berada di pengungsian. Asupan yang cukup membantu tubuh memperoleh energi dan zat gizi yang dibutuhkan untuk menghadapi kondisi darurat.

Selain menjaga kesehatan fisik, pola makan yang baik juga dapat mendukung kondisi mental penyintas. Dalam situasi bencana, rasa takut, stres, kelelahan, dan perubahan pola tidur dapat memengaruhi nafsu makan serta kondisi tubuh.

Karena itu, makanan yang diberikan di pengungsian perlu memperhatikan keberagaman dan kandungan gizinya, tidak hanya mengandalkan makanan instan.

Protein menjadi salah satu kebutuhan penting karena berperan dalam pemeliharaan dan perbaikan jaringan tubuh. Sumber protein yang relatif mudah diperoleh antara lain telur, ikan, dan kacang-kacangan.

Asupan asam lemak omega-3 juga dapat diperoleh dari ikan, termasuk ikan segar maupun ikan kaleng seperti sarden dan tuna. Sementara karbohidrat menjadi sumber energi yang dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas selama masa tanggap darurat. Umbi-umbian lokal, nasi, sereal, dan sumber karbohidrat lainnya dapat menjadi pilihan.

Kebutuhan vitamin dan mineral juga perlu diperhatikan melalui konsumsi sayuran dan buah. Asupan tersebut membantu memenuhi kebutuhan zat gizi tubuh serta mendukung daya tahan tubuh.

Di lokasi pengungsian, pemberian makanan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga yang memiliki kebutuhan khusus.

Pangan yang mudah diolah dan tetap memenuhi prinsip kebersihan dapat menjadi pilihan. Makanan instan tetap dapat digunakan dalam kondisi darurat, namun sebaiknya tidak menjadi satu-satunya sumber makanan dalam jangka panjang.

Pemulihan penyintas juga tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan fisik. Dukungan psikososial dan pendampingan menjadi bagian penting untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan serta pengalaman traumatis akibat bencana.

Dengan pemenuhan gizi yang baik dan dukungan psikososial yang memadai, masyarakat diharapkan dapat menjaga kondisi tubuh sekaligus memiliki energi untuk menjalani proses pemulihan pascagempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....