Tanggap Gempa, APERSI Terjunkan 5 Truk Logistik Bantu Warga Terdampak

  • 21 Agt 2026 21:01 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu lalu, bantuan kemanusiaan terus berdatangan bagi masyarakat terdampak. Salah satunya dari Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) yang menyalurkan bantuan bagi warga terdampak di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, NTT, Jumat 21 Agustus 2026.

Dengan menggunakan lima unit truk, tim APERSI menyisir sejumlah titik terdampak untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat. Di Kabupaten Manggarai, bantuan menyasar warga di Kecamatan Cibal, meliputi Desa Wudi, Desa Gapong, Kelurahan Pagal, Desa Benteng Poco, dan Desa Riung.

Bantuan juga disalurkan ke sejumlah posko mandiri di sepanjang Jalan Nasional Ruteng - Reo - Kedindi, serta lokasi pengungsian di Dusun Ngorang, Desa Bajak, Kecamatan Reok. Sementara di Kabupaten Manggarai Timur, bantuan dipusatkan di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Dalam aksi kemanusiaan ini, Ketua Umum DPP APERSI Deddy Indrasetiawan dan Sekretaris Jenderal Makhrus Sholeh mendelegasikan tiga pengurus DPP APERSI, yakni Adi Dharma selaku Wakil Ketua Umum Bidang Perumahan Komersial, Hunian Vertikal, dan TOD, Syahrudin Latif selaku Wakil Ketua Umum Bidang Hukum, Advokasi, dan Perlindungan Developer, serta Irwansyah Putra selaku Bendahara Umum. Turut mendampingi, Ketua DPD APERSI NTT Thobias Lay dan Sekretaris DPD APERSI NTT Jambres Panala.

Tidak sekadar menyerahkan bantuan, tim APERSI juga mendatangi langsung sejumlah posko untuk menyapa dan berdialog dengan warga. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan moril bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, tenda, selimut, susu, air mineral, dan makanan siap saji. Warga menyambut bantuan tersebut dengan haru dan rasa syukur, terutama karena sebagian dari mereka masih tinggal di tempat pengungsian akibat rumah yang rusak.

Bendahara Umum APERSI, Irwansyah Putra, menjelaskan bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dari sekitar 5.000 anggota APERSI di seluruh Indonesia. Menurutnya, kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari komitmen APERSI untuk hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana.

"Ini bentuk komitmen dan kepedulian APERSI untuk hadir di tengah saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Meski nilainya tidak seberapa, setidaknya kami peduli dan berbuat," ujar Irwansyah.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan tahap pertama tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kebutuhan pada penyaluran bantuan berikutnya.

"Kami berharap warga tetap semangat untuk bangkit. Semoga bencana segera berakhir, tidak ada gempa susulan, dan masyarakat bisa kembali beraktivitas," tambahnya.

Kepedulian APERSI mendapat apresiasi dari pemerintah desa dan warga penerima bantuan. Kepala Desa Wudi, Paulus Sot, menyampaikan terima kasih karena bantuan yang diberikan dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

"Terima kasih kepada APERSI. Jujur, kami merasa tidak sendiri menghadapi cobaan ini. Hari ini APERSI datang menjawab apa yang sangat kami butuhkan," ungkap Paulus.

Apresiasi serupa disampaikan Yustina Kartini, warga Dusun Ngorang, Desa Bajak. Rumah tempat tinggalnya mengalami kerusakan akibat gempa pada 15 Agustus 2026 sehingga aktivitasnya untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga ikut terganggu.

"Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang tidak bisa bekerja karena rumah rusak. Kami tidak bisa membalas apa-apa selain doa. Semoga seluruh pengurus dan anggota APERSI selalu diberkati Tuhan dan diberi kesehatan," ucap Yustina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....