Kemenag Mabar Tinjau Dampak Gempa di Kecamatan Boleng

  • 21 Agt 2026 22:38 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat — Lima hari pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agsutus 2026, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat bergerak cepat melakukan penanganan di wilayah terdampak. Kepala Kemenag Mabar Fransiskus Xaverius Adi memimpin langsung peninjauan ke sejumlah titik di wilayah Terang, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kamis, 20 Agsutus 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan kondisi kerusakan sekaligus memastikan pelayanan publik dan aktivitas pendidikan keagamaan tetap berjalan. Didampingi Kepala Seksi Bimas Islam Muhaemin dan Kepala Seksi Urusan Agama Katolik Bonavantura Irman, Fransiskus terlebih dahulu mendatangi rumah pegawai Kemenag Mabar di wilayah Terang.

Peninjauan ini menjadi bentuk perhatian pimpinan terhadap kondisi aparatur yang turut terdampak bencana. Selain memastikan keselamatan keluarga pegawai, kunjungan tersebut juga dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan memberikan penguatan mental kepada jajaran yang mengalami trauma pascagempa.

Dari lokasi permukiman, rombongan kemudian meninjau MTs Al-Arsy Terang dan MIS Al-Munawwarah Terang. Kepala Kemenag bersama jajaran memeriksa ruang kelas serta fasilitas pendukung untuk memastikan tidak terdapat kerusakan struktur yang dapat membahayakan guru dan siswa.

Pemeriksaan menjadi penting sebelum kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan, mengingat bangunan yang mengalami retakan berpotensi membahayakan warga sekolah jika terjadi gempa susulan. Peninjauan dilanjutkan ke KUA Boleng untuk memeriksa kondisi bangunan sekaligus mengamankan dokumen negara dan arsip keagamaan. Fransiskus menegaskan keselamatan pegawai, guru, dan siswa merupakan prioritas utama.

“Keselamatan jajaran pegawai, guru, dan para siswa adalah prioritas mutlak kami saat ini. Guncangan gempa 7,7 SR beberapa hari lalu sangat kuat, sehingga kita sengaja mendatangi rumah pegawai terlebih dahulu untuk memastikan kondisi mereka, baru kemudian mengaudit kelayakan setiap bangunan fisik sekolah dan KUA sebelum digunakan kembali untuk pelayanan publik,” ujarnya.

Seluruh hasil peninjauan akan dihimpun dalam laporan tanggap darurat sebagai dasar penyaluran bantuan logistik, pengusulan rehabilitasi infrastruktur kepada Kemenag RI, serta penyusunan skema pelayanan publik alternatif apabila gedung belum aman digunakan. Fransiskus memastikan Kemenag Mabar akan terus hadir bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang keagamaan.

“Kami hadir langsung bersama Kepala Seksi Bimas Islam dan Urusan Katolik untuk memastikan negara hadir bagi semua,” katanya. Langkah tersebut diharapkan mempercepat pemulihan pendidikan, pelayanan keagamaan, dan aktivitas masyarakat di Kecamatan Boleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....